Jakarta, VIVA – Penanganan kasus dugaan pemerkosaan yang dilaporkan konten kreator Cinta Ruhama Amelz alias Tara kini sepenuhnya berada di tangan Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak serta Perdagangan Orang (Ditres PPA-PPO) Polda Metro Jaya.
Polda Metro memastikan, proses hukum masih berada pada tahap penyelidikan. Fokus penyidik saat ini adalah memperdalam keterangan saksi, menelusuri lokasi kejadian, serta mengumpulkan barang bukti yang relevan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Perkara awalnya ditangani Subdit Renakta Ditreskrimum, tapi saat ini diambil alih ke Dit PPA/PPO. Saat ini perkara masih lidik, pendalaman TKP, saksi dan barang bukti,” kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Budi Hermanto, Selasa, 24 Februari 2026.
Meski begitu, polisi mengakui pengusutan perkara ini tidak mudah. Dugaan tindak pidana disebut terjadi pada 2017, atau hampir sembilan tahun lalu. Kondisi tersebut membuat sejumlah aspek teknis menjadi kendala.
“Kendala penyidik di mana TKP sudah berubah pengelolaan manajemen, CCTV sudah tidak support karena dugaan kejadian 2017, saksi-saksi yang merujuk kejadian sangat minim keterangan karena kejadian 2017,” katanya.
Selain faktor waktu, proses pemeriksaan juga disebut sempat terhambat karena pelapor beberapa kali tidak memenuhi panggilan penyidik.
“Pelapor beberapa dipanggil penyidik tidak hadir dan menunda pemeriksaan,” tutur Budi.
Kasus ini mencuat setelah Tara mengungkap pengalaman yang dialaminya melalui media sosial. Ia melaporkan seorang pria bernama Rendy Brahmantyo alias Embo, yang disebut bekerja di PT Delahuose Investindo Indonesia.
Melalui akun Instagram @cintaruhamaamelz, Tara menyatakan telah resmi melapor ke polisi dan didampingi kuasa hukum.
“Aku sudah melaporkan Rendy Brahmantyo atau Embo ke polisi atas tindakan pemerkosaan terhadap diri aku sendiri. Aku saat ini didampingi oleh kuasa hukum,” tulis Tara.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Ia juga menuding adanya upaya memelintir fakta terkait kasus tersebut.
“Beliau juga diduga menyebarkan narasi untuk memelintir kebenaran dan menghilangkan kebenaran yang terjadi,” katanya.
Warga Kebayoran Lama Lapor ke Polisi, Proyek Lapangan Padel Disebut Bikin Bising Hingga Subuh
Polemik pembangunan lapangan padel di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, berbuntut panjang. Warga sekitar resmi melayangkan laporan ke Polda Metro Jaya.
VIVA.co.id
24 Februari 2026

2 weeks ago
4











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5479806/original/021929400_1768990958-makanan_beku_sehat.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5124902/original/069816200_1738908499-glass-water-ai-generated.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3429214/original/050982400_1618458325-dan-dealmeida-4aM_QE-HRLw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500390/original/054028400_1770863825-IMG01145.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5523066/original/035189100_1772787502-andi_campak.jpeg)
