Jakarta, VIVA – Polusi udara selama ini identik dengan asap kendaraan, pabrik, atau kabut tebal yang menyelimuti kota besar. Namun, bahwa ada ancaman polusi udara tidak hanya berasal dari luar ruangan.
Di balik aktivitas sehari-hari, kualitas udara yang buruk juga dapat tersembunyi di dalam rumah, kantor, hingga gedung publik, dan berpotensi membahayakan kesehatan manusia.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Ilustrasi polusi di Kota Jakarta
Fenomena ini semakin menjadi perhatian karena banyak orang menghabiskan sebagian besar waktunya di dalam ruangan. Tanpa disadari, udara di dalam ruangan dapat mengandung berbagai partikel berbahaya seperti debu halus, asap rokok, bahan kimia dari produk pembersih, hingga emisi dari peralatan rumah tangga.
Ada beberapa paparan polusi udara secara terus-menerus dapat memicu berbagai masalah kesehatan. Mulai dari gangguan pernapasan ringan seperti batuk dan iritasi tenggorokan, hingga penyakit serius seperti asma, penyakit paru-paru kronis, bahkan gangguan jantung.
Perlu diketahui, sumber polusi udara dalam ruangan sendiri cukup beragam. Aktivitas memasak menggunakan bahan bakar tertentu, penggunaan lilin atau pengharum ruangan, hingga ventilasi yang kurang baik dapat membuat polutan terperangkap di dalam ruangan.
Untuk mengurangi risiko tersebut ada beberapa langkah sederhana. Di antaranya adalah memastikan ventilasi rumah berfungsi dengan baik, rutin membersihkan debu, menggunakan alat penyaring udara, serta mengurangi penggunaan bahan kimia yang berpotensi mencemari udara.
“Polusi udara sering kali tidak terlihat, tetapi dampaknya nyata bagi kesehatan dan produktivitas di tempat kerja,” kata Co-founder Nafas, Piotr Jakubowski.
Melalui kerjasama dengan ecoCare Group Company, keduanya tengah fokus pada solusi kualitas udara berbasis teknologi dan data untuk pasar Indonesia.
Kedua perusahaan dalam menghadirkan standar baru pengelolaan udara dalam ruangan yang lebih terukur, efisien, dan berkelanjutan.
Ilustrasi Penyaring Udara untuk Dalam Ruangan
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Kolaborasi ini tidak hanya menjawab kebutuhan akan udara bersih, tetapi juga kebutuhan yang mampu meningkatkan nilai properti, produktivitas, dan kepercayaan publik.
“Kami mulai mencari solusi yang lebih terintegrasi antara kebersihan, higienitas, dan kualitas udara dalam satu ekosistem yang saling mendukung,” tambah CEO ecoCare Group Company, Wincent Yunanda.
Mengenal Terapi Pengganti Ginjal dan Pentingnya Pemantauan Medis Jangka Panjang
Penyakit ginjal sering kali dijuluki sebagai silent killer karena gejalanya yang jarang terlihat pada stadium awal. Padahal, ginjal memiliki peran vital dalam menyaring r
VIVA.co.id
13 Maret 2026

3 days ago
2











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3429214/original/050982400_1618458325-dan-dealmeida-4aM_QE-HRLw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5523066/original/035189100_1772787502-andi_campak.jpeg)



