Prabowo: Negara Tambah Kaya Tapi Rakyat Miskin Bertambah, Ini Anomali!

3 weeks ago 8

Selasa, 23 Juni 2026 - 16:48 WIB

Jakarta, VIVA – Presiden RI Prabowo Subianto mengungkap fakta mengejutkan terkait kondisi perekonomian nasional selama tujuh tahun terakhir yang rata-rata tumbuh 5 persen setiap tahunnya. 

Meski mengalami pertumbuhan yang konsisten, Prabowo menyebut angka kemiskinan pada kenyataannya justru semakin meningkat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Saudara-saudara sekalian. Saya ingin menampilkan beberapa angka. Angka ini mungkin tidak menyenangkan bagi banyak pihak. Tapi harus kita hadapi. Saudara-saudara kita mengerti dan kita paham bahwa selama tujuh tahun belakangan ini, dikatakan bahwa ekonomi kita tumbuh 5% tiap tahun," kata Prabowo dalam acara penutupan Konbes dan Mubes NU di Bangkalan, Jawa Timur, pada Selasa, 23 Juni 2026.

"7 tahun kali 5 berarti 35% pertumbuhannya. Logikanya, selama 7 tahun, Indonesia tambah kaya 30%, 35%. Tapi kenyataannya, itu yang saya katakan saya merasa ditohok waktu saya jadi presiden," sambungnya.

Prabowo merasa kaget saat menerima data tersebut. Dia bahkan mengatakan data kondisi perekonomian nasional yang berbanding terbalik dengan ekonomi rakyat itu sebagai anomali.

"Kenyataan bahwa setelah tujuh tahun tumbuh 5%, masa penduduk miskin tambah? Negara tambah kaya, rakyat miskin tambah. Ini kan, sesuatu yang aneh, yang anomali. Yang kelas menengah, yang sudah tadinya lepas dari kemiskinan, turun," jelas dia.

Melihat ketimpangan tersebut, Prabowo pun menyimpulkan bahwa ada masalah mendasar dalam sistem perekonomian yang berjalan selama ini. 

"Saudara-saudara. Katanya negara tambah kaya 30%. Tapi rakyat miskin tambah. Kemudian kelas menengah berkurang. Dan ini juga yang harus kita waspadai, bahwa yang tambah kaya ternyata hanya segelintir orang. Jadi saya kembali Saudara-saudara, bahwa asalnya, harus kita lihat bahwa ini berarti sistem kita keliru. Sistem ini keliru," ungkap Prabowo.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut Prabowo, kondisi tersebut tidak sesuai dengan keinginan dan cita-cita para pendiri bangsa yang mana ingin Indonesia merdeka dan rakyat hidup dalam kemakmuran.

"Kita merdeka, kita ingin rakyat kita hidup dalam keadilan dan kemakmuran. Dan kemakmuran, tidak bisa dengan sistem yang keliru seperti ini. Ini yang saya yakini, dan ini yang akan saya kerjakan, untuk saya penuhi sumpah saya kepada rakyat, untuk menjaga kepentingan rakyat, sesuai dengan sumpah saya waktu saya dilantik saudara-saudara sekalian," pungkas Prabowo.

PB PASI Siap Genjot Prestasi Atletik Indonesia hingga Kelas Dunia

PB PASI Optimistis Sistem Baru Pelatnas Lahirkan Atlet Kelas Dunia

Ketua Umum PB PASI, Luhut Binsar Panjaitan, menilai kebijakan pelatnas jangka panjang dengan skema anggaran multiyears menjadi langkah penting untuk membangun prestasi ol

img_title

VIVA.co.id

23 Juni 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |