Leuven, VIVA – Mobil dengan predikat keselamatan tertinggi sering dianggap mampu memberikan perlindungan maksimal dalam berbagai kondisi kecelakaan. Namun, hasil penelitian terbaru menunjukkan bahwa rating bintang lima bukan berarti sebuah mobil dapat melindungi penumpangnya dari semua jenis tabrakan.
Temuan tersebut diungkap Euro NCAP bersama sejumlah organisasi keselamatan jalan dari Jerman, Swedia, Inggris, dan Amerika Serikat melalui serangkaian pengujian terhadap kecelakaan yang melibatkan mobil penumpang dan truk atau trailer. Fokus penelitian diarahkan pada kecelakaan rear underrun, yakni kondisi ketika mobil menghantam bagian belakang truk hingga sebagian bodinya masuk ke bawah bak trailer.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Menurut hasil investigasi tersebut, dikutip VIVA Otomotif dari keterangan resmi, Senin 6 Juli 2026, kecelakaan jenis ini diperkirakan berkontribusi terhadap sekitar 400 kematian setiap tahun di wilayah Uni Eropa dan Inggris. Penelitian dilakukan melalui kombinasi uji lintasan, uji tabrak, serta analisis data kecelakaan di jalan raya untuk mengetahui penyebab utama tingginya tingkat fatalitas.
Salah satu temuan yang menjadi sorotan adalah keterbatasan sistem bantuan pengemudi atau Advanced Driver Assistance Systems (ADAS) pada sejumlah kendaraan generasi lama. Dalam beberapa skenario, sensor kamera dan radar mampu mendeteksi target standar yang biasa digunakan dalam pengujian pabrikan, tetapi tingkat keberhasilannya menurun ketika dihadapkan dengan bagian belakang trailer atau truk yang berhenti di jalan.
Meski begitu, penelitian juga menegaskan bahwa kegagalan mendeteksi truk bukan satu-satunya penyebab tingginya risiko cedera. Saat tabrakan tidak dapat dihindari, struktur pelindung belakang trailer atau Rear Underrun Protection System (RUPS) seharusnya berfungsi mencegah mobil masuk ke bawah truk sehingga ruang kabin tetap terlindungi.
Dalam pengujian yang dilakukan di Inggris dan Jerman, sebuah mobil penumpang dengan predikat keselamatan bintang lima diuji menabrak trailer yang menggunakan pelindung belakang sesuai regulasi Eropa saat ini. Hasilnya, pada beberapa skenario benturan, struktur pelindung tersebut tidak mampu menahan energi tabrakan sehingga bagian bawah trailer menembus kabin mobil dan menyebabkan risiko cedera fatal bagi penumpang.
Hasil berbeda diperoleh ketika mobil yang sama diuji menggunakan trailer dengan pelindung belakang berstandar IIHS TOUGHGUARD yang digunakan di Amerika Serikat. Pada skenario tersebut, struktur pelindung mampu menahan benturan sehingga bagian depan mobil dapat menyerap energi tabrakan sesuai desain, memberikan perlindungan yang lebih baik terhadap penumpang.
Halaman Selanjutnya
Temuan itu menunjukkan bahwa kemampuan sebuah mobil dalam melindungi penumpang tidak hanya ditentukan oleh struktur bodi maupun fitur keselamatan yang dimilikinya. Faktor lain seperti desain kendaraan yang ditabrak, dalam hal ini pelindung belakang trailer, juga berperan besar terhadap hasil akhir sebuah kecelakaan.

1 week ago
9











