Presiden Prabowo Aktif Diplomasi di Tengah Krisis Global, Teddy: Hubungan Internasional Tak Bisa Dibangun Mendadak

2 weeks ago 18

Selasa, 2 Juni 2026 - 10:16 WIB

Jakarta, VIVA Kabinet Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa agenda kunjungan luar negeri kepala negara dilakukan untuk memperkuat hubungan internasional sekaligus menjaga kepentingan Indonesia di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian.

Pernyataan tersebut disampaikan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya sebagai respons atas kritik mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal yang menyoroti frekuensi perjalanan luar negeri Presiden Prabowo sejak resmi menjabat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Teddy menilai hubungan baik antarnegara menjadi hal penting, terutama ketika dunia sedang menghadapi berbagai krisis dan ketegangan geopolitik yang dapat berdampak langsung terhadap Indonesia.

“Kita harus membangun hubungan baik supaya ketika ada situasi darurat atau kondisi tertentu, kita bisa saling membantu,” ujar Teddy dalam video yang diunggah melalui media sosial resmi Sekretariat Kabinet, Senin, 2 Juni 2026.

Diplomasi Jadi Langkah Strategis di Tengah Ketidakpastian Dunia

Menurut Teddy, Presiden Prabowo menjalankan agenda kenegaraan tahunan sekaligus merespons perkembangan global yang bergerak sangat cepat. Ia menyebut saat Prabowo mulai memimpin Indonesia, dunia sedang menghadapi berbagai konflik dan krisis di sejumlah kawasan.

Kondisi tersebut membuat kepala negara perlu melakukan komunikasi langsung dengan para pemimpin dunia untuk memastikan posisi dan kepentingan Indonesia tetap terjaga.

Teddy menegaskan, kepercayaan dan hubungan internasional tidak dapat dibangun secara instan ketika krisis sudah terjadi. Karena itu, pendekatan diplomasi sejak awal menjadi langkah yang dinilai penting.

“Hubungan personal dan rasa saling percaya antar pemimpin itu tidak bisa dibangun tiba-tiba saat keadaan darurat terjadi,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa diplomasi tidak hanya berlangsung dalam forum resmi yang disaksikan publik, tetapi juga melalui komunikasi personal yang sering kali tidak terlihat secara terbuka.

Respons Kritik Soal Frekuensi Perjalanan Luar Negeri

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebelumnya, Dino Patti Djalal mempertanyakan intensitas kunjungan luar negeri Presiden Prabowo selama sekitar satu setengah tahun terakhir. Ia menyinggung sejumlah hal mulai dari pembiayaan perjalanan, jumlah rombongan resmi, transparansi agenda, hingga peluang bertemu pemimpin negara lain dalam forum internasional.

Menanggapi hal itu, Teddy mengatakan seluruh agenda diplomatik Presiden ditentukan berdasarkan prioritas nasional dan kebutuhan strategis Indonesia.

Halaman Selanjutnya

Ia menyebut Presiden Prabowo bersama Menteri Luar Negeri Sugiono mempertimbangkan secara matang bentuk komunikasi yang diperlukan dalam setiap hubungan bilateral maupun multilateral.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |