Jombang, VIVA – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) resmi dipimpin oleh KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin. Gus Kikin terpilih jadi Ketua Umum PBNU berdasarkan keputusan sembilan anggota Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) di Pondok Pesantren (PP) Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur pada Senin, 31 Agustus 2026.
Dalam perhitungan suara sebelumnya, terdapat lima nama calon Ketua Umum PBNU. Di antaranya yaitu dengan 472 suara; KH Zulfa Mustofa 262 suara; KH Abdussalam Sochib 261 suara; KH Yahya Cholil Staquf 258 suara; dan KH Nusron Wahid 207 suara.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Namun, tak ada yang bisa menyusul pemilihan suara Gus Kikin dalam rapat anggota sembilan AHWA.
Keputusan Gus Kikin menjadi Ketua Umum PBNU dibacakan langsung oleh salah satu anggota AHWA, KH Anwar Iskandar dalam pleno di Ndalem KH Wahab Chasbullah, Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang.
KH Anwar mengatakan, sidang AHWA berlangsung melalui musyawarah mufakat sebagai pelaksanaan mandat Muktamar untuk memilih dan menetapkan Ketua Umum PBNU.
“Rapat yang kami laksanakan tadi pagi adalah sebuah musyawarah mufakat, yang merupakan pelaksanaan mandat keputusan Muktamar, memilih dan menetapkan Ketua Umum PBNU. Dan ini adalah mekanisme yang pertama dilakukan,” kata KH Anwar Iskandar.
Keturunan Pendidi NU, KH Hasyim Asy'ari
Gus Kikin lahir pada 17 Agustus 1958 dari pasangan KH Mahfudz Anwar dan Nyai Hj Abidah Ma'shum. Ia tumbuh di lingkungan Pondok Pesantren Sunan Ampel, Jombang, yang didirikan ayahnya.
Berdasarkan keturunan dari ibunya, Gus Kikin merupakan cicit dari KH Hasyim Asy'ari, pendiri Nahdlatul Ulama sekaligus pendiri Pesantren Tebuireng. Ibunya, Nyai Hj Abidah Ma'shum, merupakan putri Nyai Hj Khoiriyah Hasyim, putri KH Hasyim Asy'ari.
Pendidikan Gus Kikin
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Pendidikan agama Gus Kikin ditempuh di lingkungan pesantren. Ia juga menempuh pendidikan formal di Madrasah Ibtidaiyah Parimono, SMP Negeri 1 Jombang, dan SMA Negeri 2 Jombang.
Setelah pendidikan menengah, Gus Kikin kemudian menempuh pendidikan di Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran Jakarta pada 1975-1979. Pada 2013, ia kembali melanjutkan pendidikan di Universitas Terbuka pada Program Studi Ilmu Komunikasi.
Halaman Selanjutnya
Sempat Dirikan Sejumlah Perusahaan

3 hours ago
1














