Senin, 6 Juli 2026 - 15:30 WIB
VIVA –Iran memulai prosesi iring-iringan jenazah Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, di ibu kota Teheran, sebagai bagian dari rangkaian upacara pemakamannya. Peti jenazah Ali Khamenei yang diselimuti bendera Iran, bersama peti jenazah anggota keluarganya yang tewas dalam serangan udara pada 28 Februari lalu diarak menggunakan sebuah truk.
Rombongan membawa jenazah melintasi sejumlah ruas jalan utama di Teheran sebelum menuju Bandara Internasional Mehrabad. Pemerintah Iran berharap prosesi tersebut dihadiri lautan massa dari berbagai penjuru kota sebagai bentuk dukungan rakyat terhadap pemerintahan Republik Islam.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Melansir laman Times of Israel, Senin 6 Juli 2026, televisi pemerintah Iran melaporkan bahwa iring-iringan jenazah telah resmi dimulai.
Selama masa berkabung, pemerintah menutup sejumlah ruas jalan, membatasi ruang udara, serta menghentikan berbagai aktivitas masyarakat. Rangkaian prosesi pemakaman dijadwalkan berakhir pada Kamis, ketika Ali Khamenei yang wafat pada usia 86 tahun dimakamkan di Kompleks Makam Imam Reza di Kota Mashhad, yang juga merupakan kota kelahirannya.
Jutaan Warga Disebut Ikuti Prosesi Pemakaman Ali Khamenei
Kantor berita Tasnim dan televisi pemerintah Press TV seperti dilansir dari laman Al Jazeera melaporkan bahwa jutaan pelayat memadati jalan-jalan di Teheran untuk mengikuti prosesi pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Menurut Press TV, para pejabat Iran menyebut prosesi tersebut sebagai perkumpulan publik terbesar dalam sejarah modern Iran.
Panitia memperkirakan iring-iringan jenazah akan berlangsung selama sekitar 10 hingga 12 jam.
Rute Iring-iringan Sepanjang 10 KM
Televisi pemerintah Press TV melaporkan, rombongan jenazah menempuh rute sepanjang sekitar 10 kilometer, melintasi Damavand Street, Imam Hussein Square, Enqelab Street, Enqelab Square, Azadi Street, Azadi Square, hingga Shahid Lashgari Highway yang berada di dekat Bandara Internasional Mehrabad.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Sejumlah pelayat terlihat membawa spanduk dan poster bernada anti-Amerika Serikat serta anti-Israel. Bahkan, sebagian di antaranya membawa poster yang berisi seruan agar Presiden Amerika Serikat Donald Trump dibunuh.
Sementara itu, Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menyatakan bahwa nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan Amerika Serikat merupakan sebuah pencapaian bagi Poros Perlawanan (Axis of Resistance), yakni jaringan kelompok bersenjata yang didukung Iran di berbagai negara di Timur Tengah.
Saudaranya Hadir, Mengapa Mojtaba Khamenei Belum Muncul di Pemakaman Ali Khamenei?
Tiga putra mendiang Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei muncul di hadapan publik pada hari kedua prosesi pemakamannya.Namun dimana keberadaan Mojtaba Khamenei
VIVA.co.id
6 Juli 2026

1 week ago
1











