VIVA –Komitmen bukan sekadar status atau label dalam sebuah hubungan. Komitmen menuntut seseorang untuk hadir secara emosional, berani menunjukkan sisi rapuhnya, dan terus berinvestasi dalam hubungan dengan pasangan. Bagi sebagian orang, hal itu terasa seperti ancaman terhadap rasa aman, kebebasan, atau bahkan ketenangan hidup mereka.
Jika Anda atau orang yang Anda cintai sering merasa panik ketika hubungan mulai menjadi serius, hal tersebut biasanya bukan karena tidak ingin menjalin hubungan. Sering kali, itu merupakan respons perlindungan diri yang sudah tertanam sejak lama.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Berikut penjelasan psikologis mengenai mengapa seseorang menghindari komitmen dan bagaimana cara menyikapinya dengan lebih bijak.
Mengapa Seseorang Menghindari Komitmen? Melansir laman Times of India, berikut ini beberapa rangkuman alasannya.
1. Takut Merasa Terkekang
Bagi banyak orang yang memiliki kecenderungan menghindari kedekatan emosional, hubungan yang terlalu dekat bisa terasa mengancam identitas diri mereka. Mereka memandang komitmen sebagai sesuatu yang membatasi kebebasan, seolah hubungan serius akan membuat mereka kehilangan kemandirian, pertemanan, atau tujuan hidup yang telah dibangun.
Perasaan tertekan ini sering kali berakar dari pengalaman masa kecil, ketika kasih sayang yang mereka terima terasa terlalu mengekang atau berlebihan.
Bagi sistem saraf yang selalu siaga terhadap ancaman, menjauh dari hubungan bukanlah tindakan jahat. Itu adalah cara yang mereka anggap paling aman untuk mendapatkan ruang bernapas.
2. Takut Menjadi Rapuh
Bagi sebagian orang, membuka diri sepenuhnya kepada pasangan terasa seperti menyerahkan senjata kepada orang lain sambil berharap senjata itu tidak digunakan untuk menyakiti mereka.
Jika seseorang pernah dikhianati, diselingkuhi, ditinggalkan, atau dihakimi di masa lalu, menjaga jarak emosional bukan berarti mereka tidak peduli. Itu adalah mekanisme bertahan hidup.
Otak mereka memproses risiko emosional layaknya ancaman fisik, sehingga menghindari kedekatan menjadi bentuk perlindungan otomatis.
3. Trauma Masa Lalu yang Belum Sembuh
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Luka dari hubungan sebelumnya dapat membuat seseorang terus-menerus merasa bahwa sejarah akan terulang kembali.
Ketika hubungan mulai berkembang dan semakin dekat, alam bawah sadar mereka mengingatkan bahwa mereka pernah terluka dalam situasi serupa. Akibatnya, mereka memilih pergi lebih dulu sebelum kembali merasakan sakit yang sama.
Halaman Selanjutnya
Bagi mereka, meninggalkan hubungan lebih awal terasa lebih mudah dibanding menunggu hingga akhirnya disakiti oleh orang lain.

1 day ago
2














:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5575090/original/094355400_1778037587-cropped-6b94bc59-8fb4-4b76-874b-71a6a7262057.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3225899/original/035012600_1599019411-photo-1522844990619-4951c40f7eda__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6585873/original/001610400_1779426788-portrait-asian-woman-exercising-work-out-gym.jpg)