Pulang dari Korsel, Prabowo Berencana Tambah Konser K-Pop di Indonesia

1 day ago 4

Rabu, 22 April 2026 - 15:46 WIB

Jakarta, VIVA – Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, Sugiono menyampaikan Presiden Prabowo Subianto berencana memperbanyak konser K-pop di Indonesia. Rencana itu dibicarakan saat kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden Republik Korea, Lee Jae Myung pada beberapa waktu lalu.

"Kemarin juga di dalam sebuah percakapan, disampaikan kepada khususnya untuk penggemar K-Pop, K-Popers, Bapak Presiden berencana untuk meningkatkan jumlah konser K-Pop bagi para penggemar K-Pop," kata Sugiono di Kantor Staf Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu, 22 April 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di sisi lain, Sugiono mengatakan setiap kunjungan luar negeri yang dilakukan pemerintah bertujuan menghasilkan manfaat konkret bagi masyarakat.

Presiden RI Prabowo Subianto menyaksikan pertukaran MoU RI-Korea Selatan

Photo :

  • Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden

“Kunjungan ini adalah kunjungan dimana kita ingin menghasilkan sesuatu yang sifatnya dirasakan langsung oleh rakyat Indonesia dari hubungan kita dengan berbagai negara di dunia,” jelasnya.

Ia juga mengungkapkan fakta menarik bahwa terdapat talenta Indonesia yang pernah terlibat dalam industri musik K-Pop, termasuk menjadi bagian dari grup band di Korea Selatan, meski berasal dari generasi yang berbeda.

Diketahui, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto melaporkan, kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo ke Korea Selatan menghasilkan penandatanganan sejumlah nota kesepahaman (MoU) antara pelaku bisnis kedua negara, mencapai senilai US$10,2 miliar atau sekitar Rp173 triliun.

Hal itu diutarakan Airlangga usai menghadiri forum "Indonesia–Korea Partnership for Resilient Growth" di Seoul, Korea Selatan pada Rabu, 1 April 2026, bersama dengan Menteri Investasi sekaligus CEO Danantara, Rosan Roeslani.

“Dalam pertemuan tersebut ditandatangani MoU dengan nilai 10,2 miliar dolar AS atau sekitar Rp173 triliun,” kata Airlangga dalam keterangannya, Kamis, 2 April 2026.

Airlangga menjelaskan, kerja sama tersebut mencakup berbagai sektor strategis seperti energi dan transisi hijau termasuk tenaga surya, penangkapan dan penyimpanan karbon (carbon capture and storage/CCS), serta energi terbarukan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain itu, kerja sama juga meliputi sektor industri dan manufaktur seperti baja, baterai, dan transportasi ramah lingkungan.

“Dalam investasi tersebut juga termasuk sektor digital dan AI. Kemudian properti dan infrastruktur, termasuk pengembangan di Bumi Serpong Damai, dan kerja sama bisnis dan asosiasi antara Kadin, KCCI, terutama untuk mendorong bisnis komitmen,” ujarnya.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |