Punya Sejarah Panjang, Ini 9 Fakta Kapal Induk Giuseppe Garibaldi yang Tiba di Jakarta

2 hours ago 1

Jumat, 18 September 2026 - 13:00 WIB

VIVA –Kapal Giuseppe Garibaldi telah tiba di Jakarta. Giuseppe Garibaldi merapat di Dermaga 107, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara Jumat pagi 18 September 2026. 

Kapal berjenis Through-deck Aviation Cruiser itu nantinya akan dinamai KRI Sriwijaya-100. Menyusul dengan kedatangannya, berikut ini beberapa fakta menarik soal kapal buatan Italia tersebut seperti melansir laman armyrecognition

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

1. Dibuat untuk Kepentingan Perang Dingin

Kapal yang dirancang dan dibangun di Cantieri Navali, Monfalcone Italia dengan nomor lambung C 551 ini awalnya diklasifikasikan sebagai incrociatore portaeromobili atau kapal penjelajah pembawa pesawat.

Meski umumnya disebut sebagai kapal induk ringan, Giuseppe Garibaldi sebenarnya lahir dari kebutuhan khusus Italia pada era Perang Dingin. Saat itu, peperangan antikapal selam menjadi salah satu prioritas utama, sementara aturan hukum di Italia pada awalnya membatasi Angkatan Laut Italia untuk mengoperasikan pesawat tempur bersayap tetap secara mandiri. Oleh karena itu, fungsi awal kapal lebih difokuskan pada pengoperasian helikopter antikapal selam, melindungi gugus kapal perang, serta menjalankan tugas sebagai kapal komando armada, bukan untuk melancarkan serangan udara seperti kapal induk pada umumnya.

2. Pengembangan dan Pembangunan

Pengembangan Giuseppe Garibaldi dimulai pada 1970-an ketika Marina Militare membutuhkan platform penerbangan angkatan laut yang mampu memberikan dukungan udara secara terus-menerus bagi gugus kapal perang Italia di kawasan Mediterania.

Program tersebut menghasilkan kapal dengan posisi yang cukup unik, berada di antara kapal penjelajah antikapal selam dan kapal induk ringan yang mulai berkembang saat itu. Lunas kapal mulai dipasang pada 20 Februari 1978. Giuseppe Garibaldi kemudian diluncurkan di Monfalcone pada 4 Juni 1983 dan resmi masuk dinas Angkatan Laut Italia pada 1985.

Sejak awal, kapal ini dirancang sebagai kapal perang serbaguna yang dapat menyesuaikan diri dengan kebutuhan penerbangan yang lebih luas apabila aturan hukum dan doktrin Angkatan Laut Italia di kemudian hari mengalami perubahan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

3. Berubah Menjadi Kapal Induk Pesawat Tempur

Perubahan besar terhadap peran Giuseppe Garibaldi terjadi setelah Italia mengubah undang-undang pada 1989. Perubahan tersebut memungkinkan Marina Militare membeli dan mengoperasikan pesawat tempur bersayap tetap.

Halaman Selanjutnya

Italia kemudian menggunakan AV-8B Harrier II dan selanjutnya versi yang lebih modern, AV-8B Plus. Dengan perubahan tersebut, Giuseppe Garibaldi bertransformasi dari kapal yang sebelumnya lebih berfokus pada operasi helikopter menjadi kapal induk yang mampu mengoperasikan pesawat STOVL (Short Take-Off and Vertical Landing).

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |