Pupuk Kaltim Salurkan 76.400 Masker ke Warga Terdampak Karhutla di Kalimantan dan Sumatera

1 week ago 15

Selasa, 15 September 2026 - 18:12 WIB

Jakarta, VIVA – PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) menyalurkan 76.400 masker untuk masyarakat terdampak di wilayah Sumatra, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Barat, bersinergi bersama Kementerian Lingkungan Hidup (KLH). Hal ini merupakan komitmen perusahaan memperluas kontribusi mendukung penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di berbagai wilayah Indonesia. 

Sekretaris Perusahaan Pupuk Kaltim, Anggono Wijaya mengatakan hal ini merupakan kesinambungan dukungan perusahaan terhadap upaya pemerintah dalam menangani dampak Karhutla secara terpadu, sekaligus wujud kepedulian bagi masyarakat, khususnya dalam menghadapi penurunan kualitas udara akibat asap dan partikulat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Terlebih paparan asap dalam jangka waktu tertentu dapat mengganggu kesehatan, terutama bagi kelompok rentan. Dan penyaluran melalui KLH dilakukan secara terkoordinasi, guna menjangkau wilayah yang membutuhkan dengan tepat sasaran.

"Karhutla tidak hanya berbicara kebakaran dan pemadaman, tapi juga dampak bagi masyarakat seperti penurunan kualitas udara. Untuk itu, dukungan perlindungan kesehatan menjadi hal penting bagi masyarakat terdampak,” ujar Anggono, dikutip dari keterangannya, Selasa, 15 September 2026.

Anggono menjelaskan, secara teknis total 76.400 masker tersebut didistribusikan di tiga wilayah. Sebanyak 25.000 masker diserahkan di Kantor Wilayah III Kementerian Lingkungan Hidup Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Kemudian, 21.400 masker diserahkan di Kantor Kementerian Lingkungan Hidup Wilayah II Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan.

Selanjutnya, 30.000 masker lainnya diserahkan ke Kementerian Lingkungan Hidup di Jakarta untuk selanjutnya didistribusikan ke wilayah Sumatra yang terdampak Karhutla. "Kami harap bantuan masker ini bisa dimanfaatkan maksimal oleh masyarakat sesuai kondisi dan kebutuhan di lapangan,” tandas Anggono.

Direktur Utama Pupuk Kaltim, Rafli Yandra, menegaskan penanganan Karhutla butuh kolaborasi lintas sektor untuk bergerak bersama melalui aksi nyata di lapangan. Pupuk Kaltim pun hadir mengambil peran sesuai kapasitas dan sumber daya perusahaan, baik dalam kondisi kedaruratan maupun upaya pencegahan dan peningkatan kesiapsiagaan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut Rafli, sinergi dan kolaborasi menjadi kunci dalam penanganan persoalan lingkungan. Di mana dunia usaha, pemerintah, dan masyarakat memiliki peran masing-masing yang saling melengkapi dalam membangun ketangguhan menghadapi risiko lingkungan dan kebencanaan.

“Ketika semua bergerak bersama, respons terhadap persoalan lingkungan akan lebih cepat dan efektif. Atas dasar itulah Pupuk Kaltim terus mengambil bagian dalam penanganan Karhutla,” tegas Rafli.

Halaman Selanjutnya

Selaras dengan hal tersebut, Pupuk Kaltim sebelumnya telah memberi dukungan serupa di Kota Bontang, melalui berbagai langkah proaktif di lapangan. Di antaranya membuka akses pengisian air bagi armada pemadam kebakaran yang dapat dimanfaatkan 24 jam penuh. Dua lokasi pengisian disiapkan untuk mengoptimalkan upaya pemadaman oleh seluruh armada yang terlibat.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |