Purbaya Tegaskan APBN Masih Kuat Serap Kenaikan Harga Minyak Global

1 day ago 3

Senin, 16 Maret 2026 - 20:25 WIB

Jakarta, VIVA – Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa memastikan, kapasitas APBN masih kuat menyerap kenaikan harga minyak global, dengan menanggung kenaikan biaya energi. 

Supaya, dampaknya tidak langsung dirasakan masyarakat melalui kenaikan harga BBM.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Di luar tidak ada gejolak berarti kan sekarang? Karena pemerintah meng-absorb kenaikan biayanya,” kata Purbaya di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Senin, 16 Maret 2026.

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa

Photo :

  • [tangkapan layar]

Dia mengatakan, pemerintah tidak berencana menaikkan harga BBM subsidi. Dirinya menjelaskan bahwa fungsi kebijakan fiskal adalah menjadi peredam gejolak global, termasuk ketika harga minyak dunia meningkat.

Jika kenaikan tersebut langsung diteruskan ke harga BBM, maka kondisi itu berpotensi memperlambat ekonomi dan menekan daya beli masyarakat. 

Purbaya menilai, kemampuan APBN untuk menyerap kenaikan harga minyak masih cukup pada kondisi saat ini. Namun, pemerintah tetap mewaspadai kemungkinan kenaikan harga yang lebih tinggi karena harga minyak dunia bersifat fluktuatif.

Ketika ditanya mengenai kemungkinan harga minyak dunia menyentuh level 150 dolar AS per barel, Purbaya menilai jika kondisi tersebut terjadi, lonjakan itu tidak akan berlangsung lama karena berpotensi memicu resesi global.

“Tidak apa-apa (kalau harga minyak ke level 150 dolar AS per barel), kita pasti selamat. Kita tidak akan hancur. Kenapa? Tidak akan lama ke 150 dolar. Karena semuanya akan resesi. Sehabis itu jatuh dalam sekali,” ujar Purbaya.

Dia mencontohkan, lonjakan harga minyak pada masa lalu yang sempat mencapai sekitar US$150 per barel sebelum akhirnya turun drastis hingga jauh lebih rendah. Hal tersebut menurutnya menunjukkan bahwa ekonomi global tidak dapat bertahan lama, dengan harga minyak yang terlalu tinggi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Purbaya juga menilai, produsen minyak pada akhirnya tidak akan membiarkan harga terlalu tinggi dalam waktu lama karena kondisi tersebut justru dapat merugikan mereka sendiri ketika permintaan energi turun akibat perlambatan ekonomi global.

Di sisi lain, pemerintah tetap menyiapkan langkah antisipasi apabila harga minyak terus meningkat dalam jangka waktu lama. Pada kondisi tertentu, pemerintah akan menyesuaikan kebijakan anggaran untuk meminimalkan dampak terhadap perekonomian domestik.

Halaman Selanjutnya

Ketika ditanya mengenai rencana penerbitan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) untuk pelebaran defisit anggaran, Purbaya menyebut kondisi anggaran saat ini masih dinilai aman sehingga langkah tersebut belum menjadi pembahasan.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |