Jakarta, VIVA – Seri terbaru dalam waralaba horor legendaris, Resident Evil Requiem, menghadirkan pengalaman yang bukan hanya menegangkan secara gameplay, tetapi juga emosional dari sisi cerita.
Di penghujung permainan, pemain dihadapkan pada keputusan besar yang secara langsung menentukan nasib karakter utama serta arah masa depan dunia yang telah porak-poranda oleh teror bioteknologi.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Game Resident Evil Requiem
Dirangkum VIVA Jum'at, 27 Februari 2026, game ini memiliki dua jalur akhir utama yang sangat kontras: Destruction dan Hope. Keduanya menawarkan konsekuensi dramatis yang membentuk makna keseluruhan cerita.
Pilihan Penentu di Fasilitas ARK
Menjelang klimaks, pemain mencapai fasilitas rahasia bernama ARK, kompleks bawah tanah yang dibangun di atas reruntuhan tragedi Raccoon City. Di sinilah rahasia proyek “Elpis” terungkap.
Elpis awalnya diduga sebagai senjata biologis baru. Namun, semakin dalam cerita berkembang, pemain menyadari bahwa proyek ini menyimpan potensi yang jauh lebih besar dari sekadar alat kehancuran.
Pada titik krusial, pemain harus memilih:
- Destroy Elpis (Menghancurkan Elpis)
- Release Elpis (Melepaskan Elpis)
Keputusan ini bukan sekadar variasi cutscene tetapi benar-benar mengubah jalannya peristiwa akhir.
Ending “Destruction”: Tragedi dan Pengorbanan
Jika pemain memilih untuk menghancurkan Elpis, cerita bergerak menuju akhir yang kelam.
Leon, yang sudah terinfeksi sindrom mematikan akibat wabah sebelumnya, harus menghadapi musuh terakhir dalam kondisi yang semakin melemah. Tanpa solusi penyembuhan, infeksi dalam tubuhnya semakin parah. Pertarungan yang terjadi menjadi simbol perjuangan terakhirnya.
Akhirnya, Leon tumbang. Ia tewas dalam konflik tersebut, meninggalkan luka mendalam bagi Grace yang berhasil selamat dari runtuhnya ARK. Dunia mungkin terhindar dari potensi ancaman Elpis, tetapi harga yang dibayar sangat mahal.
Ending ini sering dianggap sebagai “bad ending” karena tidak memberikan penyelesaian emosional yang memuaskan maupun harapan untuk masa depan.
Ending “Hope”: Kesempatan Kedua bagi Kemanusiaan
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Sebaliknya, jika pemain memilih untuk melepaskan Elpis, rahasia sebenarnya terungkap: Elpis bukanlah senjata, melainkan antivirus yang mampu menetralisir berbagai varian virus mematikan.
Grace menggunakan antivirus tersebut untuk menyembuhkan Leon. Dengan kondisi yang pulih, Leon menghadapi ancaman terakhir seorang antagonis yang telah berevolusi menjadi makhluk mengerikan akibat eksperimen biologis.
Halaman Selanjutnya
Setelah pertarungan sengit, musuh berhasil dikalahkan. Meski fasilitas ARK runtuh, bantuan datang tepat waktu dan keduanya berhasil melarikan diri.

9 hours ago
1










:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5488987/original/040536100_1769773426-Nobel.jpeg)





