Jakarta, VIVA – Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengatakan pendapatan daerah dari komponen pajak daerah pada 2025 masih kurang dari target.
Hal tersebut disampaikan Rano saat membacakan pidato Gubernur Jakarta Pramono Anung dalam Rapat Paripurna DPRD DKI Jakarta di Kantor DPRD DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Senin, 20 April 2026.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Walaupun secara umum pendapatan daerah dapat terealisasi dengan baik, namun terdapat beberapa komponen pajak daerah yang capaiannya belum optimal atau kurang dari 90 persen,” kata Rano.
Di antaranya, Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) dan Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB).
Dia menjelaskan ada tiga faktor yang menyebabkan dua komponen pajak tersebut belum mencapai target.
Pertama, karena adanya kebijakan dalam Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2024 yang mengecualikan bahan bakar minyak (BBM) untuk keperluan industri dari objek pungutan PBBKB. Kebijakan itu berdampak terhadap potensi kehilangan penerimaan.
“Terdapat perluasan pengecualian objek BPHTB sebagaimana diatur pada Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2024,” jelas Rano.
Faktor terakhir, menurut Rano ialah adanya kecenderungan peningkatan penggunaan energi alternatif, termasuk kendaraan listrik.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Secara agregat dapat berpengaruh terhadap realisasi penjualan BBM dalam jangka pendek maupun jangka panjang,” pungkasnya.
tvOnenews.com/Syifa Aulia
Wagub Rano Sebut Tingkat Kemiskinan di Indonesia Capai 4,03%
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengatakan angka kemiskinan di Jakarta mengalami penurunan pada 2025. Hal ini menurun sebesar 0,11 persen dibandingkan tahun 2024
VIVA.co.id
20 April 2026

5 days ago
2



























