Respons Menantang Menlu Iran soal Ancaman Invasi Darat AS: 'Kami Menunggu Mereka'

7 hours ago 1

Jumat, 6 Maret 2026 - 13:30 WIB

Iran, VIVA –Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengatakan negaranya siap menghadapi kemungkinan invasi darat dari pasukan Amerika Serikat setelah perang yang dipicu AS dan Israel meluas ke berbagai wilayah di kawasan tersebut. Pernyataan ini diungkap Araghchi saat melakukan wawancara dengan NBC Kamis waktu setempat.

Saat ditanya apakah ia khawatir dengan kemungkinan invasi darat dari Amerika Serikat, Araghchi menjawab dengan nada menantang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Tidak. Kami justru menunggu mereka. Kami yakin bisa menghadapi mereka, dan itu akan menjadi bencana besar bagi mereka,” kata dia dikutip dari laman NBC, Jumat 6 Maret 2026.

Dalam wawamcara itu juga, Araghchi menolak kemungkinan negosiasi dengan Amerika Serikat dan menegaskan bahwa Iran tidak pernah meminta gencatan senjata.

“Kami bahkan tidak meminta gencatan senjata pada konflik sebelumnya. Justru Israel yang memintanya. Mereka meminta gencatan senjata tanpa syarat setelah 12 hari, setelah kami berhasil bertahan dari agresi mereka,” kata Araghchi, merujuk pada perang selama 12 hari pada Juni lalu ketika militer Israel dan AS menyerang fasilitas nuklir Iran tahun lalu.

Serangan ke Sekolah Dasar.

Araghchi juga sempat dimintai keterangan terkait serangan yang menyasar sekolah dasar di Minab, Iran dan menewaskan ratusan anak-anak sekolah dasar. Araghchi mengatakan sebanyak 171 anak tewas dalam serangan itu dan menyebut militer Amerika Serikat serta Israel sebagai pihak yang bertanggung jawab.

“Itulah yang disampaikan militer kami. Jadi pelakunya pasti Amerika Serikat atau Israel. Apa bedanya?” ujarnya.

Padahal, Kamis sebelumnya Araghchi berada dalam situasi yang sangat berbeda. Saat itu ia sedang melakukan negosiasi di Jenewa dengan utusan Presiden Donald Trump, Steve Witkoff, serta menantu Trump, Jared Kushner, untuk membahas kemungkinan kesepakatan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut Araghchi, serangan yang terjadi saat negosiasi masih berlangsung membuat Iran semakin tidak percaya pada proses perundingan di masa depan. Ia juga mengatakan sejak minggu lalu tidak ada lagi komunikasi dengan Witkoff maupun Kushner.

“Faktanya, kami tidak punya pengalaman positif dalam bernegosiasi dengan Amerika Serikat, terutama dengan pemerintahan yang sekarang. Kami sudah dua kali bernegosiasi tahun lalu dan tahun ini, tetapi di tengah proses itu mereka justru menyerang kami,” kata Araghchi.

Halaman Selanjutnya

Ia menambahkan, pihaknya tidak melihat alasan untuk kembali berunding dengan pihak yang tidak jujur dalam negosiasi dan tidak datang dengan itikad baik.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |