Riset Unair Ungkap Aspek Keamanan Penggunaan Galon di Industri Air Minum Dalam Kemasan

1 week ago 1

Senin, 6 Juli 2026 - 15:30 WIB

Jakarta, VIVA Riset dari Departemen Kesehatan Lingkungan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga (Unair) mengungkap, mengonsumsi air minum dalam kemasan (AMDK) dari galon polikarbonat (PC), tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan gangguan sistem hormon, gangguan reproduksi, maupun kanker.

Riset tersebut menganalisis pola konsumsi AMDK, kandungan Bisphenol A (BPA) pada 10 merek air kemasan yang paling banyak dikonsumsi masyarakat, serta kaitannya dengan berbagai keluhan kesehatan yang dialami responden. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Hasilnya, tidak ada hubungan antara gangguan hormon dalam bentuk apapun akibat mengonsumsi air dari galon guna ulang PC," sebagaimana dikutip dari kesimpulan hasil riset tersebut, dikutip Senin, 6 Juli 2026.

Galon Air Minum Dalam Kemasan (AMDK)

Penelitian ini tidak menemukan hubungan yang signifikan antara paparan BPA dari konsumsi air minum dalam kemasan, dengan risiko kanker, gangguan reproduksi, maupun gangguan hormon.

Dalam pembahasannya, peneliti menjelaskan rendahnya risiko gangguan hormon akibat BPA, yang ditemukan pada seluruh sampel air minum. BPA yang terdeteksi masih berada di bawah nilai ambang aman yang ditetapkan BPOM, maupun batas Tolerable Daily Intake (TDI) dari Otoritas Keamanan Pangan Eropa (EFSA).

Dalam penelitian tersebut, seluruh sampel AMDK yang diuji mengandung BPA pada kadar yang masih jauh di bawah ambang batas aman. Konsentrasi BPA tertinggi tercatat sebesar 0,099 μg/L, sedangkan yang terendah 0,080 μg/L.

"Nilai tersebut masih jauh di bawah batas aman yang ditetapkan BPOM, yakni 0,6 mg/kg," ujarnya.

Analisis risiko kesehatan juga menunjukkan, seluruh merek AMDK yang diteliti masih berada dalam kategori aman. Baik risiko non-karsinogenik, risiko karsinogenik, maupun hasil evaluasi aktivitas estrogenik (EEQ) seluruhnya masih berada dalam batas aman.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Penelitian juga tidak menemukan hubungan yang signifikan antara penggunaan air minum dalam kemasan dengan riwayat penyakit yang berkaitan dengan paparan BPA pada responden," kata hasil tersebut.

Artinya, masyarakat perlu khawatir apalagi panik saat menggunakan galon PC, karena air di dalamnya terbukti masih aman secara nyata dan ilmiah. Meski demikian, konsumen tetap harus memperhatikan dan lebih bijak dalam menyimpan, serta memperlakukan galon PC guna lebih meminimalisir migrasi yang terjadi.

Halaman Selanjutnya

Terkait migrasi BPA, dokter spesialis penyakit dalam, Laurentius Aswin Pramono mengungkapkan, BPA akan keluar dari tubuh apabila terkonsumsi. Dia menjelaskan, tubuh memiliki mekanisme super canggih untuk mengeluarkan zat-zat berbahaya, yang secara tidak sengaja masuk ke dalam badan.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |