Romelu Lukaku dan Timnas Belgia Sindir Donald Trump usai Gasak Amerika Serikat 4-1 di 16 Besar Piala Dunia 2026

1 week ago 1

Selasa, 7 Juli 2026 - 11:47 WIB

VIVA – Skuad Timnas Belgia tampak menyindir Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, di laga babak 16 besar Piala Dunia 2026. Mereka menyingkirkan Negeri Paman Sam dengan skor telak 4-1.

Duel di Lumen Field, Seattle, tetap digelar seperti dijadwalkan pada Selasa (7/7/2026) pagi tadi WIB. Sebelum laga ini digelar, ada kontroversi mencuat karena keputusan FIFA yang dianggap tidak adil.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Timnas Amerika Serikat lolos ke babak 16 besar dengan mengalahkan Bosnia dan Herzegovina dengan skor 2-0. Folarin Balogun mencetak salah satu gol di laga itu, namun dikartu merah pada menit k-64.

Sang penyerang AS Monaco menginjak kaki Tarik Muharemovic yang menyebabkan dirinya diusir wasit. Namun, keputusan kartu merah tersebut dianulir oleh FIFA.

Mereka memutuskan untuk menangguhkan hukuman kartu merah setelah Presiden FIFA, Gianni Infantino, menerima telepon dari Donald Trump. Hal ini sudah dikonfirmasi oleh Trump ketika berbicara kepada pers pada Senin (6/7/2026) kemarin.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden FIFA Gianni Infantino

Photo :

  • REUTERS/Mandel Ngan

“Yang saya lakukan hanyalah meminta peninjauan ulang karena saya tidak berpikir itu pelanggaran. Saya tidak menyuruhnya melakukan apa pun. Saya tidak bisa menyuruhnya melakukan apa pun,” kata Trump kepada para reporter, dilansir The Guardian.

“Saya belum pernah melihat hal seperti ini. Jadi saya melihat permainan itu, dan saya adalah orang yang menyukai olahraga dan pernah menjadi atlet yang baik. Saya sangat memahami olahraga. Sangat baik,” tambahnya.

Trump menganggap bahwa hukuman Balogun tidaklah masuk akal dan tidak layak diganjar kartu merah. Terkecuali jika sang pemain melakukan kekerasan seperti memukul wajah, maka Trump takkan mencoba membela diri.

“Itu bukan pelanggaran. Itu bahkan bukan pelanggaran ringan. Itu adalah dua orang yang berlari dengan kecepatan penuh dan kebetulan bertabrakan. Anda tidak bisa meletakkan kaki Anda dengan benar di kaki orang lain saat Anda berlari dengan kecepatan penuh. Ini adalah dua atlet hebat yang saling bertabraka,” tandasnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Jika dia memukul wajahnya, jika dia melakukan sesuatu yang salah, saya akan merasa berbeda,” pungkasnya.

Bagaimanapun, banyak yang menilai bahwa keputusan itu kontroversial. Federasi Sepak Bola Belgia sudah sempat melakukan banding, namun ditolak FIFA.

Halaman Selanjutnya

Namun, mereka berjaya di lapangan melalui dwigol Charles De Ketelaere, yang juga memberikan assist untuk Hans Vanaken. De Ketelaere kemudian ditarik keluar, digantikan Romelu Lukaku, yang mencetak gol pamungkas.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |