Rumah Pintar Tak Harus Pakai Internet, Benarkah Bisa?

3 days ago 10

Senin, 15 Juni 2026 - 22:00 WIB

Jakarta, VIVA – Konsep rumah pintar atau smart home selama ini identik dengan koneksi internet. Namun, perkembangan teknologi memungkinkan sejumlah perangkat pintar tetap berfungsi meski tidak terhubung ke layanan cloud atau internet.

Sistem semacam ini dikenal sebagai local smart home atau rumah pintar berbasis jaringan lokal. Dalam sistem tersebut, perangkat saling berkomunikasi melalui jaringan di dalam rumah tanpa bergantung pada server pihak ketiga.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ketergantungan perangkat pintar pada internet kerap menjadi sorotan ketika layanan cloud mengalami gangguan. Saat server penyedia layanan bermasalah, sebagian perangkat pintar berpotensi kehilangan fungsi otomatisasinya.

Kondisi tersebut membuat sejumlah pengguna mulai melirik sistem rumah pintar yang bekerja secara lokal. Selain lebih mandiri, sistem ini juga dinilai menawarkan privasi yang lebih baik karena data tidak terus-menerus dikirim ke internet.

Disadur dari Slashgear, Senin 15 Juni 2026, salah satu platform yang banyak digunakan untuk membangun sistem ini adalah Home Assistant. Perangkat lunak bersifat open source tersebut memungkinkan pengguna mengelola berbagai perangkat pintar dari beragam merek dalam satu ekosistem.

Home Assistant dapat dijalankan melalui mini PC, komputer kecil, atau perangkat khusus. Dengan pendekatan ini, banyak fungsi rumah pintar tetap dapat berjalan meski koneksi internet terputus.

Agar dapat beroperasi secara lokal, pengguna biasanya memanfaatkan protokol komunikasi seperti Zigbee dan Z-Wave. Berbeda dengan perangkat berbasis WiFi, kedua teknologi tersebut dirancang untuk komunikasi langsung antarperangkat.

Zigbee dikenal memiliki ekosistem perangkat yang luas dan harga yang relatif terjangkau. Sementara itu, Z-Wave sering disebut menawarkan jangkauan lebih baik serta kompatibilitas yang lebih konsisten antarperangkat.

Selain itu, terdapat pula teknologi Power Line Communication atau PLC. Teknologi ini memungkinkan data dikirim melalui instalasi kabel listrik yang sudah ada di dalam rumah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

PLC sebenarnya bukan teknologi baru karena telah digunakan selama puluhan tahun dalam sistem otomasi rumah. Salah satu implementasinya adalah sistem X10 yang mulai dikenal sejak era 1970-an.

Meski menawarkan keunggulan dari sisi privasi dan ketahanan sistem, rumah pintar tanpa internet tetap memiliki keterbatasan. Salah satunya adalah akses jarak jauh yang menjadi lebih terbatas dibanding sistem berbasis cloud.

Halaman Selanjutnya

Karena itu, sebagian pengguna memilih pendekatan hibrida dengan menggabungkan kontrol lokal dan layanan internet. Dengan cara tersebut, perangkat tetap dapat berfungsi saat internet terputus sekaligus mempertahankan fitur akses dari luar rumah.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |