Jakarta, VIVA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diprediksi masih akan bergerak fluktuatif, namun ditutup melemah pada perdagangan hari ini.
Berdasarkan data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate atau Jisdor BI, kurs rupiah terhadap dolar AS berada di level Rp 18.141 pada Selasa, 9 Juni 2026. Posisi rupiah itu menguat 30 poin dari kurs sebelumnya di level 18.171 pada perdagangan Senin, 8 Juni 2026.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Sementara perdagangan di pasar spot pada Rabu, 10 Juni 2026 hingga pukul 09.04 WIB rupiah ditransaksikan di Rp 17.905 per dolar AS. Posisi itu menguat 153 poin atau 0,85 persen dari posisi sebelumnya di level Rp 18.058 per dolar AS.
Pengamat ekonomi dan pasar uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, Bank Indonesia (BI) telah menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 bps menjadi 5,50 persen.
Hal itu sebagai langkah lanjutan untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah, dari dampak tingginya gejolak global akibat perang di Timur Tengah.
"Serta sebagai langkah pre-emptive untuk menjaga inflasi pada tahun 2026 dan 2027, agar tetap berada di kisaran sasaran 2,5±1 persen sebagaimana yang ditetapkan pemerintah," kata Ibrahim dalam riset hariannya, Rabu, 10 Juni 2026.
BI memandang perlunya menempuh langkah-langkah lanjutan, guna memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah dengan meningkatkan kembali imbal hasil dan sejumlah insentif lain untuk mendorong masuknya aliran investasi asing.
Selain itu, pemerintah juga memberi sinyal tengah menyiapkan paket stimulus ekonomi baru, guna menjaga daya beli masyarakat di tengah tekanan nilai tukar rupiah yang telah menyentuh level Rp 18.200 per dolar AS dan dampaknya terhadap perekonomian nasional.
Pemerintah juga akan membahas perkembangan proyek Indonesia Financial Center (IFC), yang belakangan menjadi perhatian sebagai salah satu instrumen penguatan sektor keuangan nasional.
Saat ini, sinergi kebijakan ekonomi juga terus diperkuat, baik dari sisi moneter maupun fiskal. Koordinasi antara BI dan Kementerian Keuangan menjadi bagian dari upaya menjaga perekonomian nasional tetap berada pada jalur yang diharapkan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp 18.050-Rp 18.100," ujarnya.
Sebagai informasi, sentimen pasar membaik setelah Iran dan Israel mengatakan bahwa mereka telah menghentikan serangan, usai seruan Presiden AS, Donald Trump, agar mereka segera "menghentikan 'penembakan'. Meskipun, Teheran mengatakan akan melanjutkan serangan jika Israel terus menyerang Hizbullah di Lebanon.
Bos BI Ungkap 5 Faktor Penopang Optimisme Penguatan Rupiah ke Level Rp 16.800
Perry meyakini, nilai tukar rupiah akan kembali ke kisaran Rp 16.800—Rp 17.500 per dolar AS di tahun 2027 mendatang, dibandingkan posisi saat ini di level Rp 18.000-an.
VIVA.co.id
9 Juni 2026

3 days ago
4















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6284541/original/079194300_1779159392-unnamed__42_.jpg)