Saat Berbuat Kesalahan, Segera Amalkan Doa Memohon Ampun yang Diajarkan Nabi Adam AS

3 days ago 9

Senin, 15 Juni 2026 - 22:38 WIB

VIVA – Perjalanan spiritual Islam menempatkan Nabi Adam AS pada posisi yang sangat istimewa, bukan hanya sebagai manusia pertama, tetapi sebagai pelopor pertobatan sejati. 

Kisah saat beliau melanggar larangan di surga sebenarnya adalah awal dari sebuah pencarian panjang akan ampunan Sang Pencipta. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menolak untuk menyerah pada rasa bersalah, Nabi Adam AS memilih jalan pulang lewat untaian doa yang penuh kepasrahan. 

Warisan doa yang kini termaktub di dalam kitab suci Al-Qur'an ini terus menjadi pegangan yang sangat kuat bagi umat Islam dalam memohon ampunan atas segala kekhilafan.

Doa Nabi Adam As itu tercantum dalam Surah Al Araf ayat 23. Berikut lafadz doa Nabi Adam As ketika mohon ampun.

قَالَا رَبَّنَا ظَلَمْنَآ اَنْفُسَنَا وَاِنْ لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الْخٰسِرِيْنَ

Qālā rabbanā ẓalamnā anfusanā wa illam tagfir lanā wa tarḥamnā lanakūnanna minal-khāsirīn(a).

Artinya: Keduanya berkata, “Ya Tuhan kami, kami telah menzalimi diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni kami dan tidak merahmati kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang rugi.”

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Itulah doa Nabi Adam As setelah ia dan Siti Hawa tergoda oleh Iblis untuk memakan buah terlarang.

(kmr)

Ilustrasi Berdoa

Gantungkan Harapan kepada Allah SWT, Sempurnakan Usaha dengan Doa Tawakal Ajaran Rasulullah

setelah mengerahkan seluruh usaha dengan maksimal, langkah krusial berikutnya adalah berserah diri secara total kepada Allah SWT melalui sikap dan doa tawakal

img_title

VIVA.co.id

14 Juni 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |