Sama-sama Gagal di Piala Dunia 2026, Pelatih Korea Selatan Diancam Pembunuhan, Pelatih Jepang Justru Dipertahankan

6 days ago 8

Kamis, 9 Juli 2026 - 17:04 WIB

VIVA – Perjalanan Timnas Jepang di Piala Dunia 2026 harus berakhir lebih cepat setelah kalah dramatis dari Brasil pada babak 32 besar.

Bermain di Houston Stadium, Amerika Serikat, Selasa (30/6/2026) WIB, Samurai Biru takluk dengan skor 1-2 meski sempat unggul lebih dahulu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Jepang tampil disiplin sepanjang pertandingan dan nyaris mengamankan kemenangan.

Pelatih Timnas Jepang Hajime Moriyasu

Photo :

  • REUTERS/Phil Noble

Namun, Brasil berhasil membalikkan keadaan lewat gol penentu yang tercipta pada masa injury time.

Kekalahan tersebut mengakhiri langkah impresif Jepang di Piala Dunia 2026, sementara Brasil melaju ke babak 16 besar untuk menghadapi Norwegia.

Nasib Berbeda Moriyasu dan Hong Myung-bo

Meski gagal membawa Jepang melangkah lebih jauh, nasib Hajime Moriyasu jauh berbeda dibandingkan pelatih Korea Selatan, Hong Myung-bo.

Setelah Korea Selatan tersingkir dari Piala Dunia 2026, Hong Myung-bo mendapat kritik tajam dari publik.

Saat tiba di Bandara Incheon, ia bahkan disambut hujatan dari sebagian suporter.

Tak hanya itu, sejumlah laporan juga menyebutkan bahwa Hong menerima ancaman pembunuhan dari oknum pendukung Timnas Korea Selatan.

Sebaliknya, Moriyasu justru masih mendapat kepercayaan dari Asosiasi Sepak Bola Jepang (JFA).

Menurut laporan media Jepang, Nikkan Sports, Moriyasu dipastikan tetap menangani Timnas Jepang meski Piala Dunia telah berakhir.

Namun, masa baktinya hanya diperpanjang hingga Piala Asia 2027 yang akan berlangsung di Arab Saudi pada 7 Januari hingga 5 Februari 2027.

"Telah dikonfirmasi bahwa Pelatih Moriyasu akan terus memimpin tim nasional setelah Piala Dunia 2026. Asosiasi Sepak Bola Jepang secara resmi meminta agar ia memimpin tim hingga Piala Asia di Arab Saudi, yang akan diadakan dari 7 Januari hingga 5 Februari 2027."

Media tersebut juga mengungkap bahwa kontrak baru Moriyasu hanya berdurasi enam bulan, sebuah keputusan yang tergolong tidak lazim.

"Menurut beberapa sumber, meskipun ini adalah perpanjangan kontrak 'terbatas enam bulan' yang sangat tidak biasa, Pelatih Moriyasu diketahui telah menerimanya."

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Laporan itu menyebut JFA sudah memiliki rencana jangka panjang yang tidak bergantung pada hasil Moriyasu di Piala Asia.

"Asosiasi berencana untuk tidak memperpanjang kontrak bahkan jika Jepang memenangkan Piala Asia, dan akan memulai sistem kepelatihan baru mulai periode pertandingan internasional Maret mendatang."

Halaman Selanjutnya

Beberapa petinggi federasi juga mengonfirmasi bahwa Presiden JFA, Tsuneyasu Miyamoto, memang menawarkan kontrak dengan batas waktu hingga Piala Asia 2027.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |