Senin, 6 Juli 2026 - 13:00 WIB
VIVA –Tiga putra mendiang Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, muncul di hadapan publik pada hari kedua prosesi pemakamannya. Namun, hingga kini belum ada tanda-tanda kemunculan penerusnya sekaligus putranya yang lain, Mojtaba Khamenei.
Televisi pemerintah Iran menayangkan Mostafa, Meysam, dan Masoud Khamenei tengah memanjatkan doa di belakang deretan peti jenazah yang ditempatkan di halaman luas Kompleks Imam Khomeini Grand Mosalla, sebuah pusat kegiatan keagamaan di Teheran akhir pekan kemarin.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Di antara peti jenazah yang disemayamkan terdapat jenazah Ali Khamenei, putrinya, menantu laki-laki, menantu perempuan, serta cucunya yang baru berusia 14 bulan. Mereka semua tewas dalam serangan udara pada 28 Februari, hari pertama perang antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran.
Melansir laman Al Jazeera, Senin 6 Juli 2026, ketidakhadiran Mojtaba Khamenei dalam rangkaian upacara duka diyakini berkaitan dengan ancaman pembunuhan dari Israel. Sejak ditunjuk sebagai Pemimpin Tertinggi Iran pada Maret lalu, Mojtaba belum pernah lagi tampil atau memberikan pernyataan kepada publik. Sejumlah analis menilai hal itu dilakukan demi alasan keamanan.
Kondisi Fisik Jadi Alasan Ketidakhadiran Mojtaba Khamenei?
Sementara itu, melansir laman Times, Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Pete Hegseth, pada Maret lalu mengatakan bahwa Mojtaba mengalami luka akibat serangan yang menewaskan ayah, ibu, dan istrinya. Menurut Hegseth, Mojtaba diduga mengalami luka serius hingga menyebabkan cacat permanen.
Sementara itu, Reuters melaporkan pada April bahwa Mojtaba masih menjalani pemulihan akibat cedera parah di bagian wajah dan kaki. Bahkan, laporan tersebut menyebutkan ia kemungkinan kehilangan salah satu kakinya akibat serangan udara itu.
Analis Hamidreza Mortazavi menilai kondisi fisik Mojtaba bisa menjadi salah satu alasan mengapa ia belum muncul di hadapan publik.
"Dengan tidak tampil di depan umum, ia juga menghindari munculnya kesan bahwa dirinya berada dalam kondisi rentan, di saat pemerintah Iran berupaya menunjukkan citra ketangguhan, persatuan, dan kekuatan," ujarnya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Selain faktor kesehatan, alasan keamanan juga dinilai menjadi pertimbangan utama.
Laporan The New York Times pada 4 Juli menyebutkan para pejabat Iran khawatir kemunculan Mojtaba di ruang publik dapat membuka peluang terjadinya upaya pembunuhan terhadap dirinya.
Halaman Selanjutnya
"Setelah ayahnya dibunuh pada awal perang, Pemimpin Tertinggi yang baru menjadi salah satu target paling bernilai bagi Israel. Karena itu, setiap kemunculan di depan publik membawa risiko yang sangat besar," kata Mortazavi.

1 week ago
10











