New York, VIVA – Mobil listrik sering dianggap lebih hemat biaya operasional dibanding mobil bermesin bensin atau diesel. Namun di balik keuntungan tersebut, ada satu hal yang masih menjadi perhatian banyak calon konsumen, yakni penurunan nilai jual atau depresiasi yang relatif cepat.
Salah satu contoh yang menarik perhatian datang dari Tesla Model Y, SUV listrik yang selama beberapa tahun terakhir menjadi salah satu model terlaris Tesla di berbagai negara. Meski popularitasnya tinggi, nilai jual kembali mobil ini ternyata mengalami penurunan cukup signifikan setelah beberapa tahun pemakaian.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Berdasarkan sejumlah studi pasar kendaraan bekas di Amerika Serikat yang dilihat VIVA Otomotif Sabtu 20 Juni 2026, Tesla Model Y mengalami depresiasi sekitar 55 persen dalam lima tahun. Artinya, lebih dari setengah nilai kendaraan dapat hilang dalam periode tersebut.
Data dari CarEdge bahkan menunjukkan angka yang lebih tinggi. Dalam kajiannya, Tesla Model Y disebut mengalami penyusutan nilai hingga 61 persen setelah lima tahun kepemilikan.
Sementara itu, analisis iSeeCars mencatat depresiasi Tesla Model Y berada di angka 58,1 persen dalam kurun waktu yang sama. Adapun data Kelley Blue Book (KBB) menunjukkan penurunan nilai rata-rata sekitar 46 persen untuk model tahun 2021 di berbagai varian.
Jika dirata-ratakan dari beberapa sumber tersebut, Tesla Model Y kehilangan sekitar 55 persen nilainya dalam lima tahun. Angka itu memang masih lebih baik dibanding beberapa mobil listrik lain, tetapi tetap lebih tinggi dibanding rata-rata kendaraan bermesin konvensional.
Fenomena ini tidak hanya terjadi pada Tesla. Secara umum, mobil listrik diketahui mengalami depresiasi lebih cepat dibanding mobil berbahan bakar bensin karena perkembangan teknologi yang berlangsung sangat cepat.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Ketika produsen menghadirkan baterai yang lebih efisien, jarak tempuh lebih jauh, atau fitur baru dalam waktu singkat, model lama menjadi kurang menarik di pasar kendaraan bekas. Kondisi ini membuat harga jual kembali ikut terkoreksi.
Khusus Tesla Model Y, ada faktor lain yang ikut memengaruhi. Tesla beberapa kali melakukan penyesuaian harga jual mobil baru secara agresif sejak model tersebut diluncurkan pada 2020.
Halaman Selanjutnya
Ketika harga mobil baru turun, nilai kendaraan bekas biasanya ikut tertekan. Situasi tersebut membuat pemilik kendaraan harus menerima kenyataan bahwa harga jual kembali mobil mereka ikut menyesuaikan kondisi pasar.

4 hours ago
1














:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5575090/original/094355400_1778037587-cropped-6b94bc59-8fb4-4b76-874b-71a6a7262057.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3225899/original/035012600_1599019411-photo-1522844990619-4951c40f7eda__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6590892/original/028812500_1779430402-WhatsApp_Image_2026-05-22_at_09.39.34.jpeg)