Jakarta, VIVA – Pemerintah mulai mengarahkan pembinaan olahraga nasional langsung dari bangku sekolah. Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menyatakan sebanyak 21 cabang olahraga prioritas dalam program Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) siap diterapkan di sekolah-sekolah seluruh Indonesia, mulai jenjang SD hingga SMA.
Langkah ini disebut sebagai upaya strategis untuk mencetak atlet sejak usia dini sekaligus memperkuat sistem pembinaan olahraga nasional berbasis pendidikan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Dalam keterangan resminya, Menpora menjelaskan kebijakan tersebut telah dikoordinasikan dengan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti agar dapat diintegrasikan dalam kegiatan sekolah sesuai kondisi fasilitas masing-masing daerah.
Sebanyak 21 cabang olahraga DBON yang akan diperkenalkan di sekolah merupakan cabang Olimpiade unggulan Indonesia, meliputi atletik, senam, akuatik, bulu tangkis, angkat besi, panjat tebing, panahan, sepak bola, menembak, judo, tinju, taekwondo, balap sepeda, voli pantai 2x2, bola basket 3x3, dayung, kano, tenis, anggar, gulat, dan equestrian.
Selain itu, pemerintah juga memasukkan pencak silat sebagai cabang warisan budaya Indonesia yang tetap dikembangkan dalam pembinaan olahraga pelajar.
Skema penerapan olahraga DBON di sekolah akan disesuaikan dengan jenjang pendidikan. Pada tingkat SD, sekolah diberi pilihan menjalankan dua cabang olahraga. Di SMP meningkat menjadi empat cabang, sedangkan SMA dapat memilih enam cabang olahraga.
Khusus jenjang SMA, sekolah juga akan diarahkan mengembangkan cabang dasar atau “mother of sport”, yakni renang, atletik, dan senam.
“Itu disesuaikan dengan kondisi fasilitas pendukung masing-masing sekolah,” kata Erick Thohir.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Menurut Menpora, pendekatan pembinaan sejak SD diharapkan menciptakan jalur perkembangan atlet yang berkesinambungan. Siswa yang telah menekuni satu cabang sejak dini dapat melanjutkan pembinaan pada jenjang berikutnya hingga menjadi atlet pelajar yang siap bersaing di level nasional maupun internasional.
Kebijakan ini menjadi bagian dari implementasi DBON yang menargetkan peningkatan prestasi olahraga Indonesia di panggung dunia, termasuk Olimpiade. Pemerintah berharap sistem pembinaan berbasis sekolah dapat memperluas basis talenta sekaligus mengurangi kesenjangan akses olahraga prestasi antar daerah.
Bonus Atlet ASEAN Para Games 2025 Disamakan dengan SEA Games, Erick Thohir: Rp1 Miliar untuk Emas
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Erick Thohir, memastikan bahwa bonus bagi atlet berprestasi di ASEAN Para Games 2025 akan disamakan dengan nilai bonus
VIVA.co.id
21 Februari 2026

5 hours ago
1










:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5488987/original/040536100_1769773426-Nobel.jpeg)