Selain Disiksa dan Disekap 3 Tahun, YTR Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual oleh Taufik Hidayat

4 hours ago 1

Senin, 22 Juni 2026 - 20:32 WIB

Jakarta, VIVA – Kasus yang menimpa YTR, perempuan asal Rancaekek, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, terus memunculkan fakta-fakta baru yang membuat publik semakin prihatin. Setelah sebelumnya terungkap bahwa korban diduga mengalami penyekapan dan penganiayaan selama tiga tahun, kini muncul dugaan bahwa YTR juga menjadi korban kekerasan seksual yang dilakukan oleh pelaku berinisial TH atau Taufik Hidayat.

Informasi tersebut diungkap oleh Melani, kakak ipar korban, saat berbincang dalam sebuah podcast bersama Denny Sumargo. Pengakuan tersebut menambah panjang daftar penderitaan yang diduga harus dialami YTR selama bertahun-tahun jauh dari keluarganya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Jika sebelumnya publik dibuat terkejut dengan kondisi fisik korban yang mengalami luka parah di berbagai bagian tubuh, kini terungkap bahwa trauma yang dialami YTR diduga tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga menyentuh aspek psikologis dan seksual.

Kakak Ipar Korban Ungkap Dugaan Kekerasan Seksual

Dalam perbincangan tersebut, Denny Sumargo menanyakan secara langsung apakah YTR juga mengalami kekerasan seksual selama berada bersama pelaku.

Melani mengaku awalnya tidak tega membahas hal sensitif tersebut kepada korban. Namun, setelah ada pihak lain yang menanyakan dan korban memberikan jawaban, keluarga akhirnya mengetahui fakta tersebut.

“Jelas, sudah pasti itu tidak mungkin tidak,” ungkap Melani yang dikutip pada Senin, 22 Juni 2026. 

Ia mengaku tidak pernah secara langsung mengorek keterangan korban mengenai hal tersebut karena kondisi YTR yang masih sangat terpukul.

“Saya gak berani menanyakan sih, cuma kemarin kebetulan ada yang bertanya, (jawabannya) iya. Kalo dia gak mau disiksa,” ujar Melani.

YTR Mulai Bisa Berbicara Tentang Kondisinya

Dalam kesempatan yang sama, YTR juga sempat berbicara melalui sambungan video call dengan Denny Sumargo. Meski masih menjalani perawatan, kondisi mental korban disebut mulai membaik setelah akhirnya bisa kembali bertemu dengan keluarganya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Alhamdulillah sekarang sudah menjadi lebih baik lagi semenjak bisa ketemu sama orang tua dan masih dirawat di rumah sakit juga,” ujar YTR kepada Denny Sumargo. 

Pertemuan kembali dengan keluarga menjadi salah satu momen yang paling berarti bagi korban setelah bertahun-tahun kehilangan kontak dengan orang-orang terdekatnya.

Halaman Selanjutnya

“Sekarang aku merasa tenang karena sudah ketemu orang tua,” katanya.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |