Selain Jago di Lapangan, Riset Stanford Ungkap Mohamed Salah Bantu Redam Islamofobia

6 days ago 2

Kamis, 9 Juli 2026 - 00:20 WIB

VIVA Timnas Mesir harus mengakhiri langkahnya di Piala Dunia 2026 setelah kalah 2-3 dari Argentina pada babak 16 besar. Di tengah kontroversi yang mengiringi kemenangan Argentina, perhatian publik justru tertuju kepada kapten Timnas Mesir, Mohamed Salah.

Alih-alih meluapkan kekecewaan, Salah mengajak seluruh rekan setimnya menerima hasil pertandingan dengan lapang dada. Ia menegaskan bahwa kekalahan merupakan bagian dari ketetapan dan kehendak Allah, sekaligus menjadi pelajaran berharga untuk menatap masa depan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sikap tenang dan penuh empati yang ditunjukkan Salah bukan kali ini saja mendapat apresiasi. Jauh sebelum itu, sebuah riset dari Stanford University menemukan bahwa pengaruh positifnya di luar lapangan bahkan dikaitkan dengan menurunnya sikap Islamofobia di Liverpool.

Melansir laman Premier League, Kamis 9 Juli 2026, riset yang dilakukan Stanford University mengungkap bahwa kehadiran Mohamed Salah di Liverpool tidak hanya membawa prestasi di lapangan, tetapi juga berkontribusi dalam menurunkan sikap Islamofobia di wilayah Merseyside.

Penelitian berjudul 'Can Exposure to Celebrities Reduce Prejudice? The Effect of Mohamed Salah on Islamophobic Behaviors and Attitudes' tersebut dilakukan oleh Immigration Policy Lab di Stanford University, Amerika Serikat.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah kejahatan bermotif kebencian (hate crime) di wilayah Merseyside menurun sejak Salah bergabung dengan Liverpool pada musim panas 2017.

Dalam dua tahun setelah kedatangannya, jumlah kejahatan kebencian tercatat 18,9 persen lebih rendah dibandingkan angka yang diperkirakan sebelumnya. Selain itu, unggahan bernada anti-Muslim dari pendukung Liverpool di media sosial X (dulu Twitter) juga turun hingga 53 persen.

"Secara keseluruhan, kami menilai hasil ini mendukung hipotesis bahwa kedatangan Salah ke Liverpool FC berkontribusi terhadap berkurangnya tindakan intoleransi dan kebencian yang ekstrem," demikian kesimpulan penelitian tersebut.

Untuk memperoleh temuan tersebut, para peneliti menganalisis sekitar 15 juta cuitan dari penggemar sepak bola di Inggris. Mereka juga melakukan survei terhadap 8.600 pendukung Liverpool, baik sebelum maupun sesudah Mohamed Salah bergabung dengan klub tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Penelitian itu menyebutkan bahwa kehadiran Salah di Liverpool turut meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap Islam.

"Hasil survei menunjukkan bahwa perubahan ini kemungkinan dipengaruhi oleh meningkatnya pemahaman dan kedekatan masyarakat dengan Islam," tulis para peneliti.

Halaman Selanjutnya

Mereka juga menyimpulkan bahwa paparan terhadap sosok panutan dari kelompok yang berbeda dapat membantu mengubah cara pandang masyarakat.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |