Sempat Ancam Keluarga, Terbongkar Isi Chat dari Wanita Korban Penyekapan di Bandung

3 weeks ago 5

Senin, 22 Juni 2026 - 11:34 WIB

Bandung, VIVA – Seorang perempuan asal Rancaekek, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, diduga menjadi korban penculikan, penyekapan, dan penganiayaan selama bertahun-tahun. Kasus yang menghebohkan publik ini kembali menjadi sorotan setelah isi pesan WhatsApp yang sempat dikirim korban kepada keluarganya terungkap. Pesan tersebut ternyata sempat menimbulkan kecurigaan karena dinilai tidak mencerminkan karakter korban.

Korban berinisial YTR (29) diketahui menghilang dari rumah hingga membuat keluarganya panik dan melakukan berbagai upaya pencarian. Selama tiga bulan pertama sejak dinyatakan hilang, keluarga tidak memperoleh kabar sedikit pun mengenai keberadaan YTR.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Adik korban, Syahrul Ulum, mengungkapkan bahwa keluarga bahkan mendatangi tempat korban bekerja untuk mencari informasi. Namun, usaha tersebut tidak membuahkan hasil sehingga mereka memutuskan menyebarkan informasi orang hilang melalui media sosial agar masyarakat turut membantu pencarian.

"Jadi selama kakak saya pas dicari ke tempat kerja itu tiga bulan gak ada kabar, sempet diviralin sama kakak yang pertama lewat Instagram," kata Syahrul dikutip Senin 22 Juni 2026.

Tak lama setelah unggahan mengenai orang hilang tersebut ramai beredar, keluarga justru menerima pesan WhatsApp dari nomor milik YTR. Awalnya mereka berharap pesan tersebut menjadi petunjuk keberadaan korban.

Namun isi percakapannya justru membuat keluarga semakin curiga.

"Tapi tiba-tiba kakak perempuan yang jadi korban sekarang tiba-tiba ada nge-WA," katanya.

Menurut Syahrul, isi pesan yang diterima menggunakan bahasa yang kasar dan meminta keluarga berhenti mencarinya.

"Bilangnya tuh kasar bilangnya, jadi gak mau dicari lagi, gitu bilangnya," kata Syahrul.

Keluarga Menduga Pesan Dikirim Pelaku

Wjaha Asli Terduga Pelaku Penyekapan di Bandung

Alih-alih percaya bahwa pesan tersebut benar-benar dikirim oleh YTR, keluarga justru menilai gaya bahasa dalam chat itu sangat berbeda dengan kebiasaan korban. Mereka menduga pelaku sengaja menggunakan ponsel korban untuk mengelabui keluarga agar menghentikan proses pencarian.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Jadi yang kemarin tuh kayaknya pelaku yang ngancem-ngancem yang marah-marah ke keluarga teh, kayaknya pelaku," katanya.

Kecurigaan tersebut akhirnya semakin menguat setelah fakta-fakta baru terungkap. Selama tiga tahun terakhir, YTR diduga menjadi korban penyekapan dan penganiayaan oleh seseorang yang disebut sebagai kekasihnya.

Halaman Selanjutnya

Ditemukan dalam Kondisi Memprihatinkan

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |