Sepele! Gegara Handuk dan Alat Mandi, ABG di Kelapa Gading Habisi Kakak Kandung Pakai Palu

2 weeks ago 8

Kamis, 26 Februari 2026 - 13:36 WIB

Jakarta, VIVA – Aksi nekat seorang ABG berinisial MAH (16) yang tega menghabisi nyawa kakak kandungnya sendiri, MAE (22), dengan memukul kepala menggunakan palu di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, menggemparkan warga.

Tragedi berdarah ini kini ditangani Polres Metro Jakarta Utara. Kepala Satuan PPA Polres Metro Jakarta Utara, Komisaris Polisi Ni Luh Sri Arsini, mengungkapkan peristiwa itu terjadi pada Selasa, 24 Februari 2026, sekitar pukul 17.00 WIB. Saat kejadian, korban dan pelaku berada di rumah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Kejadian, sore ya, sekitar mau jam 5-an. Nah, sebenarnya sih pemicunya karena ada Abangnya tuh naruh ada barang-barang pribadi lah di kamarnya si Adik. Perlengkapan mandi, handuk, gitu,” tutur Ni Luh, Kamis, 26 Februari 2026.

Masalah sepele itu rupanya menjadi pemantik emosi yang selama ini terpendam. MAH disebut merasa kesal karena kakaknya meletakkan barang-barang pribadi di kamarnya. Ketegangan semakin memuncak ketika sang ibu sempat menegur, namun korban disebut mengacuhkannya.

“Itulah pemicu dia menjadi marah sekali gitu. Kemudian langsung ngambil palu dari dapur, diketok ke kepala kakaknya saat kakaknya ngasih makan binatang,” kata dia.

Tak berhenti di satu kali pukulan, MAH menghantam kepala kakaknya berkali-kali hingga korban tersungkur dan akhirnya tewas.

“Kan berkali-kali. Karena emosinya kan pertama kali digetok udah tersungkur, terus masih digetok lagi hampir kurang lebih lima kali itu. Emosinya yang sangat-sangat emosi gitu. Makanya dia melampiaskannya dengan berkali-kali memukul kepala kakaknya,” ujarnya.

Dalam pemeriksaan, MAH mengaku aksi brutal itu merupakan luapan emosi yang telah lama dipendam akibat berbagai persoalan dengan sang kakak.

“Sebenarnya kan ada masalah-masalah sebelumnya yang terpendam gitu antara kakak sama adik. Itu ya ini sih komunikasinya agak tersumbat gitu, si adik kan pendiam gitu,” katanya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain persoalan komunikasi, pelaku juga disebut menyimpan rasa cemburu karena merasa orang tuanya lebih memperhatikan sang kakak.

“Antara lain itu kan puncaknya. Kan sebelumnya juga, ya ada masalah keluarga sih. Internal keluarga gitu kan yang merasa si anak merasa kakaknya lebih diperhatikan gitu, apa maunya diturutin gitu,” tutur Ni Luh.

Halaman Selanjutnya

Polisi pun akan melakukan pemeriksaan psikiatrikum terhadap MAH untuk mendalami kondisi psikologisnya. Sementara itu, proses hukum terhadap remaja tersebut tetap berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |