Senin, 31 Agustus 2026 - 09:06 WIB
Teheran, VIVA – Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyatakan serangan Amerika Serikat (AS) ke Pulau Larak di Iran selatan telah menewaskan dan melukai beberapa pejuang serta warganya, serta bersumpah akan memberikan balasan dan hukuman bagi agresor.
Dalam sebuah pernyataan pada Minggu 30 Agustus, departemen hubungan masyarakat IRGC menuduh AS telah melakukan serangan agresif terhadap pulau yang terletak di provinsi Hormozgan selatan tersebut.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Musuh Amerika-Zionis, yang sekali lagi didorong oleh ketidakmampuannya untuk menyelesaikan masalah internalnya serta merosotnya kredibilitas mereka di antara negara-negara di kawasan, dan dalam upaya untuk menghidupkan kembali peran jahatnya … telah melakukan aksi agresi yang menargetkan Pulau Larak yang menewaskan dan melukai sejumlah pejuang serta warga kami,” katanya
Sebelumnya, kantor berita Fars melaporkan bahwa warga setempat mengaku mendengar ledakan di dekat Pulau Larak, meskipun lokasi pasti dan penyebabnya pada awalnya belum jelas.
Kantor berita Tasnim menyebutkan bahwa informasi awal menunjukkan adanya serangan drone yang menargetkan suatu lokasi di pulau tersebut.
Laporan-laporan dari pihak Iran ini muncul setelah media AS melaporkan bahwa pasukan Amerika telah menghantam pulau tersebut, tempat di mana pasukan terlihat tengah bersiap meluncurkan roket yang membawa ranjau ke Selat Hormuz. (Ant)
Iran Bantah Tudingan Incar Putra Trump, Sebut Netanyahu Dalang di Baliknya
Iran membantah keras laporan yang menyebut terkait dugaan rencana untuk membunuh putra bungsu Presiden Trump, Baron Trump. Iran tuding Netanyahu dibalik propaganda itu
VIVA.co.id
30 Agustus 2026

3 hours ago
1














