Sering Tidur Berjam-jam? Bisa Jadi Kamu Sedang Lari dari 8 Masalah Ini

3 hours ago 1

Jumat, 28 Agustus 2026 - 04:02 WIB

VIVA – Tidur merupakan kebutuhan penting bagi tubuh. Setelah menjalani aktivitas yang melelahkan, tidur cukup dapat membantu memulihkan energi dan menjaga kondisi fisik maupun mental. Namun, bagaimana jika seseorang justru menghabiskan terlalu banyak waktu untuk tidur?

Tidur berlebihan tidak selalu berarti seseorang malas. Dalam kondisi tertentu, kebiasaan menghabiskan waktu di tempat tidur bisa menjadi cara untuk menghindari masalah yang terasa berat. Ketika tidur berubah menjadi pelarian dari kehidupan sehari-hari, hal tersebut patut diperhatikan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berikut delapan kondisi tidak nyaman yang mungkin sedang dihadapi seseorang ketika terlalu sering tidur, melansir dari YourTango.

1. Pengalaman yang Menyakitkan Secara Emosional

Putus cinta, kehilangan pekerjaan, konflik keluarga, atau masalah lainnya dapat membuat seseorang ingin mengisolasi diri. Tidur menjadi cara sederhana untuk sejenak tidak memikirkan rasa sakit tersebut.

Kondisi ini juga dapat berkaitan dengan depresi. Ketika seseorang tidak memiliki hal yang dinantikan, tempat tidur bisa terasa sebagai ruang paling aman untuk bersembunyi dari kenyataan.

2. Stres dan Burnout

Stres berkepanjangan dapat menguras energi tubuh. Seseorang yang terus menghadapi tekanan mungkin merasa lelah sepanjang hari, bahkan ketika sudah berusaha tidur.

Masalahnya, stres juga dapat mengganggu kualitas tidur. Akibatnya, seseorang bisa tidur lebih lama karena merasa tubuhnya belum benar-benar mendapatkan istirahat.

3. Rasa Tidak Percaya Diri

Rendahnya kepercayaan diri juga dapat membuat seseorang memilih tetap berada di tempat tidur. Ketika merasa tidak cukup baik atau takut dinilai orang lain, menghindari interaksi sosial terasa lebih mudah.

Tempat tidur akhirnya menjadi ruang nyaman untuk menjauh dari situasi yang membuat mereka merasa tidak aman.

4. Duka dan Kehilangan yang Belum Terselesaikan

Kehilangan orang terdekat atau sesuatu yang sangat berarti dapat mengubah kehidupan secara drastis. Rasa sedih yang mendalam juga bisa membuat tubuh kehilangan energi.

Bagi sebagian orang, kondisi tersebut membuat mereka lebih sering berbaring dan tidur karena tidak memiliki tenaga untuk menjalani rutinitas seperti biasa.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

5. Kesepian

Kesepian dapat membuat seseorang menarik diri dari lingkungan. Ketika tidak memiliki keinginan untuk bertemu atau berbicara dengan orang lain, tidur bisa menjadi bentuk pelarian.

Halaman Selanjutnya

Padahal, terlalu lama mengisolasi diri berpotensi memperkuat perasaan kesepian. Karena itu, membangun kembali hubungan sosial secara perlahan dapat menjadi langkah yang lebih sehat.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |