Jakarta, VIVA – Kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) masih menjadi teknologi yang paling banyak dibicarakan di dunia. Hampir setiap industri, mulai dari kesehatan, pendidikan, manufaktur, hingga hiburan, kini memanfaatkan AI untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas.
Namun, di balik pesatnya adopsi AI, para analis teknologi mulai melihat gelombang inovasi berikutnya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Ilustrasi teknologi/monitoring/main komputer
Photo :
- Pixabay/Innovalabs
Menurut laporan McKinsey Technology Trends Outlook 2025 dan Gartner Top Strategic Technology Trends, masa depan tidak hanya akan diwarnai oleh AI generatif, tetapi juga oleh teknologi yang mampu bekerja secara mandiri, menghubungkan dunia fisik dan digital, hingga menghadirkan komputasi dengan kemampuan yang jauh melampaui komputer saat ini.
Berikut VIVA telah merangkum VIVA Selasa, 30 Juni 2026, sejumlah teknologi yang diperkirakan akan menjadi tren besar setelah era AI generatif.
1. Agentic AI, AI yang Mampu Bekerja Sendiri
Jika AI generatif saat ini lebih banyak membantu membuat teks, gambar, atau kode, maka Agentic AI merupakan evolusi berikutnya.
Teknologi ini dirancang untuk tidak hanya memberikan jawaban, tetapi juga mampu merencanakan, mengambil keputusan, dan menyelesaikan serangkaian tugas secara otomatis berdasarkan tujuan yang diberikan pengguna.
Gartner memperkirakan pada 2028 sekitar 15 persen keputusan operasional sehari-hari di perusahaan akan dibuat secara otonom oleh Agentic AI. Namun, lembaga riset tersebut juga mengingatkan bahwa banyak proyek masih berada pada tahap awal sehingga tidak semuanya akan berhasil mencapai nilai bisnis yang diharapkan.
2. Spatial Computing
Teknologi berikutnya adalah Spatial Computing, yaitu perpaduan dunia nyata dengan dunia digital melalui perangkat seperti augmented reality (AR), virtual reality (VR), sensor, kamera, dan kecerdasan buatan.
Pengguna nantinya tidak lagi hanya berinteraksi melalui layar, tetapi juga dengan objek digital yang hadir di ruang fisik.
Gartner memperkirakan pasar Spatial Computing dapat tumbuh menjadi sekitar US$1,7 triliun pada 2033, sementara sejumlah perusahaan besar seperti Apple, Meta, Google, NVIDIA, dan OpenAI terus meningkatkan investasi pada bidang ini.
3. Robot Multifungsi
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Ilustrasi robot ART di China
Robot generasi baru tidak lagi dibuat hanya untuk satu pekerjaan tertentu. Menurut Gartner, polyfunctional robots akan mampu menjalankan berbagai tugas berbeda, mulai dari membantu proses produksi, logistik, hingga pekerjaan rumah tangga.
Halaman Selanjutnya
Perkembangan AI membuat robot semakin mampu memahami instruksi manusia, mengenali lingkungan, dan beradaptasi terhadap situasi yang berubah.

3 hours ago
1










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8004128/original/059258800_1780843343-word_media_image4.jpg)



