Soal Tyas Disebut Hina Negara, Sujiwo Tejo Surati Purbaya Singgung 3 Jenis Dosa

2 weeks ago 4

Rabu, 25 Februari 2026 - 02:10 WIB

Jakarta, VIVA – Budayawan sekaligus seniman Sujiwo Tejo kembali menyita perhatian. Kali ini, ia menulis surat terbuka yang ditujukan kepada Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa terkait polemik beasiswa LPDP yang melibatkan Dwi Sasetyaningtyas alias Tyas. Nama Tyas sebelumnya ramai dibicarakan setelah disebut menyatakan anaknya tidak ingin menjadi warga negara Indonesia.

Melalui unggahan di Instagram, Sujiwo menyampaikan pandangannya secara reflektif sekaligus satir. Ia tidak hanya menyoroti persoalan individu, tetapi juga mengajak melihat persoalan yang lebih luas: keresahan generasi muda terhadap kondisi bangsa saat ini. Dalam suratnya, Sujiwo mengisyaratkan bahwa apa yang diucapkan Tyas mungkin saja merepresentasikan kegelisahan yang selama ini belum terungkap secara terang-terangan. Scroll untuk tahu lebih lanjut, yuk!

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Jangan2 yg tersurat dari ex mahasiswi LPDP yg Bapak sebut menghina negara itu jugalah "suratan" dari sebagian besar anak2 muda Indonesia hari ini tapi yang masih tersirat. Gara2nya ya situasi negara yg semakin ke sini semakin... heuheuheu," buka Sujiwo, dikutip Rabu 25 Februari 2026. 

Pernyataan itu dinilai sebagai sindiran halus bahwa persoalan nasionalisme tidak bisa dilepaskan dari situasi sosial dan politik yang dirasakan masyarakat. Bagi Sujiwo, menghukum satu pihak saja tidak cukup tanpa melihat akar persoalan yang lebih dalam.

Ia kemudian menyinggung rencana pemberian sanksi atau daftar hitam (blacklist) terhadap pihak yang dianggap merugikan negara. Namun, Sujiwo mempertanyakan konsistensi penerapan sikap tersebut.

"Bila Bapak berencana mem-blacklist secara tersurat seseorang yg siratnya sudah tersurat itu, apakah tidak sebaiknya Bapak juga mem-blacklist secara tersirat mereka yg siratnya masih tersirat?" lanjutnya.

Tak berhenti di situ, pria 63 tahun tersebut juga mengangkat filosofi leluhur mengenai tiga jenis dosa sebagai perenungan moral bagi para pemegang kebijakan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Ingat, Pak, leluhur kita menganut 3 jenis dosa: Dosa perbuatan, Dosa ucapan da Dosa pikira. Dua yg pertama tersurat. Yg ketiga tersirat. Dan, menurut leluhur, yg tersurat maupun masih tersirat sejatinya sama saja," tutup surat Sujiwo Tejo.

Unggahan tersebut langsung menuai respons luas dari warganet. Di kolom komentar, banyak yang menyatakan dukungan terhadap sikap Sujiwo. Sejumlah akun bahkan memperluas diskusi ke isu korupsi dan penegakan hukum yang dianggap belum konsisten.

Halaman Selanjutnya

"Langkah pak pur sudah benar, namun perlu dimasifkan lagi terkait black list yang katanya menghina "ibu pertiwi" harus berlaku juga kepada pejabat yang semau gue dan aspek lain yang secara tidak langsung/tersirat telah "memperkosa" ibu pertiwi. Nasionalisme tetap harus nomor SATU," tulis netizen.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |