Solar di SPBU Shell Beli dari Pertamina, ESDM Pastikan bp dan Vivo Bakal Menyusul

4 hours ago 1

Rabu, 13 Mei 2026 - 12:53 WIB

Jakarta, VIVA – Kementerian ESDM melalui Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas), Laode Sulaeman mengatakan, solar yang akhirnya kembali dijual di SPBU Shell dibeli dari Pertamina.

“Itu adalah kerja sama dengan Pertamina yang kemarin sudah kami gagas, kami fasilitasi,” kata Laode di Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu, 13 Mei 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

SPBU Shell Modular

Photo :

  • Dok: Shell Indonesia

Sebelumnya SPBU Shell sempat mengalami kelangkaan stok BBM sejak awal tahun 2026. Sementara, SPBU swasta lainnya sudah mulai menjual BBM dengan normal.

Kemudian pada 9 Mei 2026, manajemen Shell Indonesia akhirnya mengumumkan bahwa solar sudah kembali tersedia di SPBU mereka dengan harga Rp 30.890 per liter.

“Alhamdulillah sekarang sudah ada kerja sama dengan Pertamina untuk bisa mereka mulai lagi,” ujar Laode.

Sementara untuk SPBU swasta lainnya seperti bp dan Vivo, Laode mengatakan bahwa pihaknya sudah memfasilitasi pertemuan untuk pembelian solar dari Pertamina.

“Sebenarnya kan arah kami nanti seperti itu. Memang belum semuanya, tetapi sudah mulai,” ujarnya.

Diketahui, pada Februari 2026 Kementerian ESDM mengatakan bahwa badan usaha pengelola SPBU swasta akan menggunakan solar dalam negeri, yang dibeli dari Pertamina mulai April 2026.

Sejumlah poin yang saat itu harus disiapkan oleh Pertamina pada masa transisi misalnya seperti penyediaan loading port atau pelabuhan muat yang memadai, kargo yang disesuaikan dengan volume yang dipesan oleh masing-masing badan usaha, serta spek bahan bakar murni atau base fuel solar yang disesuaikan dengan permintaan badan usaha.

Berbagai poin itu didiskusikan dalam pertemuan antara Laode dengan badan usaha pengelola SPBU sebagai langkah mitigasi, sehingga pada April diharapkan tidak terjadi krisis yang terkait pembelian solar dalam negeri.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Keharusan membeli solar dari Pertamina itu menyusul kemampuan produksi Refinery Development Master Plan (RDMP) di Refinery Unit V Balikpapan, Kalimantan Timur. Kilang tersebut memungkinkan pengelolaan hingga 360 ribu barel per hari, yang setara dengan 22–25 persen atau seperempat dari kebutuhan nasional.

Secara ekonomi, RDMP Balikpapan akan memberikan dampak signifikan terhadap kemandirian energi nasional, dengan penghematan impor BBM hingga Rp 68 triliun per tahun dan kontribusi terhadap PDB nasional mencapai Rp 514 triliun. (Ant).

Ilustrasi SPBU Paloh Sukseskan BBM Satu Harga di Daerah Terluar

Daftar Terbaru Harga Solar, Dexlite dan Diesel Swasta di Indonesia

Harga bahan bakar minyak atau BBM diesel di Indonesia kembali menjadi perhatian masyarakat, terutama pemilik mobil diesel penumpang dan kendaraan niaga. Per Mei 2026

img_title

VIVA.co.id

11 Mei 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |