Soroti Utang RI Nyaris Tembus Rp10 Ribu Triliun, PDIP: Beban Negara yang Harus Ditanggung Rakyat

1 week ago 2

Selasa, 7 Juli 2026 - 13:30 WIB

Jakarta, VIVA – Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi PDIP, Didik Haryadi menyoroti bertambahnya utang pemerintah yang menyentuh Rp9.658 triliun. Didik mengungkapkan utang pemerintah hingga akhir 2025 bertambah menjadi Rp9.658 triliun. Angka ini bertambah Rp846 triliun dari tahun sebelumnya.

Hal itu disampaikan Didik Haryadi saat menyampaikan pandangan Fraksi PDIP terkait pertanggungjawaban atas pelaksanaan APBN 2025.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Rasio utang PDB 2025 mencapai 40,5 persen, sedangkan 2024 39,8 persen. Pemerintah bertambah utang Rp846 triliun, sehingga total utang sampai 2025 adalah sebesar Rp9.658 triliun,” ucap Didik di Gedung DPR, Jakarta Pusat, Selasa, 7 Juli 2026.

Dia mengatakan pemerintah, khususnya Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, perlu memberi penjelasan dan pertanggungjawaban atas hal tersebut.

PDIP juga menyoroti soal realisasi APBN 2025. PDIP menilai pemerintah tidak efektif dalam mengendalikan belanja negara. Sebab, realisasi pendapatan negara hanya mencapai 92 persen. Sedangkan, realisasi belanja sebesar 94 persen.

“Sehingga defisit bertambah Rp54 triliun, suatu beban keuangan negara yang pada akhirnya harus ditanggung oleh rakyat,” ujar Didik.

Ilustrasi pertumbuhan ekonomi

Didik menambahkan pemerintah juga harus memberikan penjelasan terkait beberapa target pembangunan yang belum tercapai.

“Tingkat kemiskinan target 7 sampai 8 persen, capaian 8,25 persen. Tingkat kemiskinan ekstrem target 0 persen, capaian tidak dilaporkan,” ungkapnya.

Kemudian, sasaran prioritas nasional tidak tercapai. Dia menyebut pada anggaran 2025 terdapat 8 prioritas nasional dengan capaian hanya 33 persen dari yang dilaporkan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Didik mengungkap pertumbuhan ekonomi juga tidak sesuai yang direncanakan, yakni 5,2 persen. Di sisi lain, realisasinya 5,11 persen.

tvOnenews.com/Syifa Aulia

Logo Bank Indonesia.

Penerimaan Pajak dan Jasa Masuk, Cadangan Devisa RI Juni 2026 Naik Jadi US$145,6 Miliar

BI mencatat bahwa posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Juni 2026 naik menjadi US$145,6 miliar dibandingkan dengan posisi akhir Mei 2026 sebesar US$144,9 miliar.

img_title

VIVA.co.id

7 Juli 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |