Spanyol Tolak Gabung Project Freedom Trump di Selat Hormuz, Ingatkan Picu Eskalasi

1 week ago 8

Selasa, 5 Mei 2026 - 22:40 WIB

VIVA – Pemerintah Spanyol menegaskan penolakannya untuk terlibat dalam operasi militer apa pun di Selat Hormuz. Madrid menilai langkah militer justru berisiko memicu eskalasi konflik yang lebih luas di kawasan.

Menteri Luar Negeri Spanyol, Jose Manuel Albares, dalam wawancara dengan Televisión Española (TVE) yang ditayangkan Senin, 4 Mei 2026, menegaskan bahwa pihaknya menolak segala bentuk partisipasi dalam operasi militer.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kami menolak partisipasi dalam operasi militer dan segala tindakan yang dapat menyebabkan eskalasi. Hal ini harus dihindari dengan segala cara saat ini, karena risiko perang terus ada," ujar Albares.

Menurutnya, konflik di kawasan tersebut tidak akan pernah menemukan solusi melalui jalur militer. Ia juga menilai saat ini tidak ada kondisi yang memungkinkan digelarnya operasi di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Albares menggambarkan situasi di sekitar selat sebagai “blokade ganda” oleh Iran dan Amerika Serikat, yang menurutnya membuat status quo menjadi jelas tidak berkelanjutan. "Selat Hormuz harus dibuka, secara bebas, aman, dan tanpa biaya. Tidak boleh ada pungutan," tegasnya.

Madrid, lanjut Albares, terus mendorong jalur negosiasi sebagai satu-satunya jalan keluar dari krisis. Ia mengungkapkan bahwa Menteri Luar Negeri Iran telah menghubunginya secara langsung untuk menyampaikan perkembangan terbaru perundingan dan posisi Teheran.

Spanyol juga memberikan dukungan penuh kepada Pakistan yang tengah berupaya melakukan mediasi antara pihak-pihak yang bersengketa.

Albares menekankan kembali bahwa tidak ada solusi militer bagi krisis ini, baik bagi Washington maupun Teheran. Ia mengungkapkan bahwa sehari sebelum konflik pecah, kedua negara masih duduk di meja perundingan di Oman, dan informasi terbaru mengenai kontak tersebut dinilainya cukup menggembirakan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara itu, pada 3 Mei, Presiden AS Donald Trump mengumumkan inisiatif bertajuk "Project Freedom" untuk membantu kapal-kapal yang terjebak di Selat Hormuz agar dapat keluar dari wilayah tersebut.

Komando Pusat AS, United States Central Command (CENTCOM), menyatakan dukungan militer terhadap inisiatif tersebut melibatkan kapal perusak berpeluru kendali, lebih dari 100 pesawat berbasis darat dan laut, berbagai platform tanpa awak lintas domain, serta sekitar 15.000 personel militer. Operasi itu dilaporkan mulai berjalan sejak Senin pagi.

 AP Photo)

Israel Ngebet Gempur Iran Usai Selat Hormuz Kembali Memanas

PM Israel Benjamin Netanyahu berkoordinasi dengan Amerika Serikat mengenai potensi serangan baru terhadap Iran menyusul ketegangan yang terjadi di Selat Hormuz

img_title

VIVA.co.id

5 Mei 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |