Sudirman Said soal Isu Penistaan Agama ke JK: Yang Bela Beliau Banyak

4 weeks ago 9

Sabtu, 16 Mei 2026 - 16:35 WIB

Jakarta, VIVA – Mantan Menteri ESDM, Sudirman Said angkat bicara soal isu dugaan penistaan agama yang sempat menyerang Wakil Presiden (Wapres) ke-10 dan 12, Jusuf Kalla (JK).

Sudirman menilai, serangan isu tersebut merupakan bukti yang menunjukkan bahwa JK merupakan sosok dengan modal sosial tinggi. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

JK, kata dia, tidak perlu bersusah payah membela dirinya sendiri. Sebab, banyak orang yang secara suka rela bersaksi dan membantu JK.

Hal itu disampaikan Sudirman usai menghadiri Tasyakuran Milad ke-84 Jusuf Kalla di kawasan Brawijaya, Jakarta Selatan, Sabtu, 16 Mei 2026.

"Menurut saya ini adalah buah atau hikmah dari orang yang punya modal sosial tinggi. Jadi yang membela bukan beliau sendiri, tapi yg membela banyak orang," kata Sudirman kepada wartawan.

Dia menyebut, banyak orang yang sukarela membantu JK bukan karena diminta. Tapi, karena melihat dan menyaksikan langsung bagaimana rekam jejak perjalanan hidup JK selama ini.

"Karena terlalu banyak orang yang dalam perjalanan hidupnya itu menjadi saksi bahwa Pak JK tidak seperti yang disampaikan oleh mereka-mereka itu," jelas dia.

Di sisi lain, Sudirman mengaku bersyukur karena situasi akibat isu tersebut sudah mulai mereda. Dia pun berharap, proses hukum dapat ditegakkan.

"Dan kita syukuri keadaan sudah mereda, akhirnya kebenaran adalah kebenaran dan mudah-mudahan hukum bisa ditegakkan dan akhirnya suara-suara nurani bisa dikembalikan kepada masyarakat," pungkas Sudirman.

Sebelumnya, Jusuf Kalla berceramah di Masjid UGM pada 5 Maret 2026 atau dalam rangka Ramadhan 1447 Hijriah. Ceramah tersebut bertajuk Strategi Diplomasi Indonesia dalam Memitigasi Potensi Eskalasi Perang Regional Multipolar.

Wakil Presiden Ke-10 dan Ke-12 RI Jusuf Kalla (JK)

Photo :

  • ANTARA/Nadia Putri Rahmani

Namun demikian, ceramah tersebut menjadi viral pada pertengahan April 2026.

JK bahkan dilaporkan oleh DPP Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) ke Polda Metro Jaya atas ceramahnya tersebut, terutama terkait pernyataan mati syahid. DPP GAMKI melaporkan JK pada 12 April 2026

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara itu, Jusuf Kalla menjelaskan dirinya cuma bicara perdamaian saat memberi ceramah di Masjid Universitas Gadjah Mada (UGM) pada Ramadhan 1447 Hijriah. Dia menegaskan tidak melakukan penistaan agama.

"Acara di UGM itu, acara ceramah pada bulan puasa, seperti dilakukan di mana-mana, di masjid. Saya diundang, datang, karena temanya adalah perdamaian. Jadi, khususnya temanya tentang langkah-langkah ke perdamaian," kata JK, sapaan akrabnya, dikutip Minggu, 19 April 2026.

Halaman Selanjutnya

JK juga menjelaskan bahwa dalam ceramah tersebut, dirinya membahas mengenai perdamaian yang merupakan akhir dari sebuah konflik.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |