Senin, 6 Juli 2026 - 08:20 WIB
VIVA –Prosesi pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, yang berlangsung sejak Jumat lalu menyita perhatian dunia. Salah satu momen yang paling menjadi sorotan adalah ketika delegasi Arab Saudi maju untuk memberikan penghormatan di hadapan peti jenazah Khamenei di Grand Mosalla, Teheran.
Saat delegasi Arab Saudi berada di depan peti jenazah, lantunan ayat Al-Qur'an yang mengiringi prosesi itu langsung menarik perhatian. Ayat yang dibacakan adalah Surah Ali Imran ayat 13, yang mengisahkan Perang Badar, yakni pertempuran ketika pasukan Muslim yang jumlahnya jauh lebih sedikit dan memiliki persenjataan terbatas berhasil mengalahkan pasukan yang jauh lebih besar atas kehendak Allah.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Melansir laman Middle East Eye, Senin 6 Juli 2026, banyak pihak menilai pemilihan ayat tersebut merupakan isyarat terhadap apa yang kini semakin sering disebut sebagai kemenangan Iran atas Amerika Serikat dan Israel dalam perang melawan negara itu.
Perang Badar sendiri terjadi pada tahun 624 M di wilayah yang kini menjadi bagian dari Arab Saudi. Pertanyaannya kemudian, apakah pembacaan ayat itu dimaksudkan sebagai bentuk penghormatan, sindiran, atau bahkan keduanya. Jelasnya, pemilihannya tampaknya bukanlah sebuah kebetulan.
Jika dimaknai secara positif, ayat tersebut mengingatkan pada salah satu kemenangan pertama dalam sejarah Islam sekaligus menjadi simbol memori peradaban yang sama-sama dimiliki Teheran dan Riyadh.
Namun, di sisi lain, Iran tidak hanya berhasil bertahan dari perang, tetapi juga dinilai keluar dari konflik tersebut dalam posisi yang lebih kuat. Bahkan, kendali atas Selat Hormuz disebut-sebut semakin mendekati kenyataan.
Sementara itu, Arab Saudi selama perang berlangsung tetap berada di pihak Amerika Serikat, meski dilakukan secara diam-diam. Bahkan, menurut sejumlah laporan, Riyadh juga diduga ikut melancarkan serangan rahasia terhadap Iran.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Jika dilihat dari konteks tersebut, makna ayat yang dibacakan menjadi terasa lebih tajam. Arab Saudi memilih berada di pinggir arena atau bahkan, menurut laporan tersebut, bertindak melawan Iran, sementara Israel berupaya menyeret kawasan ke dalam kehancuran.
Sebaliknya, Iran digambarkan tetap bertahan dan melawan musuh-musuhnya di Teheran, sekaligus menghadapi siapa pun yang dianggap terlalu dekat dengan mereka.
Halaman Selanjutnya
Arab Saudi bukan satu-satunya negara yang hadir dalam prosesi tersebut. Lebih dari 30 delegasi dari berbagai negara datang untuk memberikan penghormatan terakhir kepada pemimpin Iran itu.

1 week ago
2











