Surat Terakhir Freddy Budiman untuk Sang Anak Sebelum Dieksekusi Mati, Isinya Penuh Pesan Menyentuh

6 hours ago 2

Kamis, 23 Juli 2026 - 20:25 WIB

VIVA – Nama Freddy Budiman pernah menjadi sorotan besar dalam kasus peredaran narkoba di Indonesia. Ia dikenal sebagai salah satu gembong narkoba kelas kakap yang terlibat dalam sejumlah kasus penyelundupan narkotika.

Freddy Budiman merupakan salah satu terpidana mati yang dieksekusi di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, pada 29 Juli 2016.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia dijatuhi hukuman mati setelah terbukti terlibat dalam kasus kepemilikan 1,4 juta pil ekstasi yang diselundupkan dari China pada Mei 2012. Namun, sebelum kasus tersebut, Freddy diketahui telah beberapa kali terseret dalam jaringan peredaran narkoba.

Terpidana hukuman mati kasus narkoba Freddy Budiman.

Fikri Budiman Ungkap Sosok Sang Ayah

Putra Freddy Budiman, Fikri Budiman, baru-baru ini menceritakan sosok ayahnya dalam sebuah podcast di kanal YouTube The Sungkars yang dipandu Teuku Wisnu dan Irwansyah.

Fikri menggambarkan Freddy sebagai sosok ayah yang tegas, baik, dan perhatian.

"Bayangan tentang Papa sih cukup sampai di situ," ungkapnya.

Fikri mengaku menghabiskan masa kecil bersama sang ayah hingga duduk di kelas 4 SD pada 2008. Setelah itu, ia dan Freddy terpisah selama beberapa tahun sebelum kembali bertemu pada 2013, ketika dirinya hendak memasuki jenjang SMA.

"Dari kecil bareng papa sampai tahun 2008 kelas 4 SD, abis itu terpisah. Sampai ketemu lagi tahun 2013 saat baru mau masuk SMA, ketemunya di Lapas BNN," ujarnya, dikutip dari kanal YouTube The Sungkars.

Meski terpisah selama sekitar lima tahun, Fikri mengatakan Freddy tetap berusaha berkomunikasi dan menanyakan kabarnya.

Mengetahui Ayahnya Terlibat Kasus Narkoba

Fikri kemudian mengungkap momen ketika mengetahui pekerjaan sebenarnya sang ayah.

Saat itu, pada 2012, ia sedang berkumpul bersama keluarga di Surabaya. Di tengah suasana keluarga, Fikri melihat pemberitaan di televisi mengenai kasus narkoba yang melibatkan Freddy Budiman.

Ia mengaku terkejut karena sebelumnya tidak pernah mengetahui bahwa sang ayah terlibat dalam bisnis narkoba.

"Momen itu sebenarnya di tahun 2012, momen yang seharusnya bahagia tapi malah menjadi menghancurkan menurut aku," ungkapnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Fikri mengatakan, saat mengetahui kabar tersebut, ia langsung pergi ke kamar mandi untuk menenangkan diri.

"Aku langsung ke kamar mandi cuci muka, nangis tuh di situ, posisi keluarga tuh riweuh di situ yang tua-tua ya tante dan nenek," ujarnya.

Halaman Selanjutnya

Setelah itu, Fikri mulai mencari informasi mengenai sang ayah melalui pemberitaan dan media sosial.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |