Survei: Rata-rata Usia Harapan Hidup Orang Indonesia Mencapai 74 Tahun

6 days ago 2

Kamis, 9 Juli 2026 - 13:04 WIB

Jakarta, VIVA – Meningkatnya usia harapan hidup masyarakat Indonesia menjadi salah satu indikator membaiknya kualitas kesehatan dan kesejahteraan penduduk. Namun, di balik kabar positif tersebut, terdapat tantangan baru yang perlu dipersiapkan sejak dini, terutama dari sisi perencanaan keuangan dan perlindungan jangka panjang.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), rata-rata usia harapan hidup penduduk Indonesia pada 2025 mencapai 74,47 tahun. Angka tersebut menunjukkan tren peningkatan yang konsisten dibandingkan beberapa tahun sebelumnya, sekaligus mencerminkan bahwa masyarakat kini berpotensi menjalani masa pensiun yang lebih panjang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dengan usia yang semakin panjang, kebutuhan finansial seseorang juga ikut bertambah. Artinya, masyarakat perlu memiliki strategi yang lebih matang agar tetap dapat memenuhi kebutuhan hidup ketika sudah tidak lagi berada di usia produktif.

Harapan Hidup Meningkat, Perencanaan Jadi Semakin Penting

Bertambahnya usia harapan hidup tidak hanya berkaitan dengan kesehatan, tetapi juga kesiapan finansial. Masa pensiun yang berlangsung lebih lama membutuhkan dana yang cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, biaya kesehatan, hingga kebutuhan tak terduga lainnya.

Sayangnya, tantangan perlindungan finansial di kawasan Asia masih tergolong besar. Berdasarkan Swiss Re Institute Asia Life & Health Consumer Survey 2025, kesenjangan perlindungan (protection gap) kesehatan di Asia mencapai sekitar Rp4.200 triliun, sementara kesenjangan perlindungan akibat risiko kehilangan pencari nafkah diperkirakan mencapai Rp2.150 triliun pada 2024.

Data tersebut menunjukkan bahwa masih banyak masyarakat yang belum memiliki perlindungan finansial memadai untuk menghadapi berbagai risiko kehidupan. Kondisi ini juga menjadi perhatian bagi masyarakat Indonesia yang kini menghadapi perubahan pola kehidupan dan tantangan ekonomi yang semakin kompleks.

Beban Generasi Sandwich Semakin Besar

Selain harus mempersiapkan masa pensiun sendiri, banyak masyarakat Indonesia juga menghadapi tantangan sebagai generasi sandwich. Istilah ini merujuk pada kelompok usia produktif yang harus memenuhi kebutuhan keluarganya sekaligus menanggung biaya hidup orang tua yang telah memasuki usia lanjut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di tengah kenaikan biaya hidup dan kondisi ekonomi yang dinamis, beban tersebut membuat pengelolaan keuangan menjadi semakin menantang.

Berikut beberapa beban yang umumnya dihadapi generasi sandwich:

Halaman Selanjutnya

Membiayai kebutuhan sehari-hari anak, termasuk pendidikan dan kesehatan. Menanggung biaya perawatan serta kebutuhan hidup orang tua yang sudah lanjut usia. Menyiapkan dana pensiun pribadi agar tidak bergantung pada generasi berikutnya. Menghadapi kenaikan biaya kesehatan yang terus meningkat seiring bertambahnya usia. Mencicil berbagai kewajiban finansial seperti rumah, kendaraan, atau pinjaman lainnya. Menyisihkan dana darurat untuk menghadapi situasi tak terduga. Menyeimbangkan kebutuhan keluarga saat ini dengan target investasi jangka panjang. Menghadapi tekanan psikologis akibat besarnya tanggung jawab finansial terhadap dua generasi sekaligus.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |