Jakarta, VIVA – Menonton film di bioskop mungkin terdengar seperti aktivitas sederhana bagi sebagian orang. Namun bagi banyak pelajar disabilitas, pengalaman tersebut bisa menjadi momen berharga untuk membangun rasa percaya diri, memperluas interaksi sosial, sekaligus belajar hal baru dengan cara yang menyenangkan.
Hal inilah yang coba dihadirkan lewat kegiatan Cinema Experience yang melibatkan lebih dari 150 pelajar disabilitas dari wilayah Jabodetabek. Tak sekadar menjadi ajang rekreasi, kegiatan ini juga dikemas sebagai ruang belajar inklusif tentang kepedulian terhadap lingkungan melalui kebiasaan memilah sampah sejak dari sumbernya. Scroll untuk tahu lebih lanjut, yuk!
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Dalam kegiatan tersebut, para peserta diajak menikmati pengalaman menonton film bersama sambil berinteraksi dengan volunteer dari komunitas Indonesia Asri atau “Sobat Asri”. Para volunteer turut mengenalkan jenis-jenis sampah dan cara sederhana memilah sampah yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Pendekatan edukasi yang santai dan menyenangkan dinilai menjadi cara efektif untuk menanamkan kesadaran lingkungan kepada anak-anak dan remaja, termasuk kelompok disabilitas yang sering kali belum banyak mendapatkan ruang dalam kampanye keberlanjutan.
Head of Corporate Communications Chandra Asri Group, Chrysanthi Tarigan, mengatakan bahwa keberlanjutan seharusnya dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.
“Sebagai kampanye keberlanjutan, Indonesia Asri haruslah bersifat inklusif. Perubahan perilaku terhadap lingkungan akan semakin kuat apabila seluruh lapisan masyarakat memiliki kesempatan yang sama untuk terlibat. Melalui Indonesia Asri, kami ingin menghadirkan gerakan yang dekat dan relevan, dan dapat dijalankan oleh siapa saja, termasuk melalui kebiasaan sederhana seperti memilah sampah. Kami sangat senang karena kolaborasi dengan Kitaoneus sudah merupakan ketiga kalinya dalam Kampanye Indonesia Asri ini dapat mendukung keberlanjutan lingkungan yang inklusif,” ujar Chrysanthi dalam keterangannya, dikutip Selasa 19 Mei 2026.
![]()
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Tak hanya berfokus pada edukasi lingkungan, kegiatan ini juga menjadi ruang untuk membangun rasa kebersamaan antara peserta dan para volunteer. Interaksi yang tercipta selama kegiatan berlangsung diharapkan mampu menumbuhkan empati, kepedulian sosial, dan rasa saling mendukung.
Ketua Kitaoneus, Maria Ulfah Hilmy, menilai kegiatan semacam ini penting untuk membuka ruang interaksi yang lebih inklusif di tengah masyarakat.
Halaman Selanjutnya
“Kolaborasi bersama komunitas Indonesia Asri menghadirkan pengalaman yang menyenangkan dan bermakna bagi para pelajar disabilitas. Keterlibatan anggota komunitas sebagai volunteer juga menciptakan ruang interaksi yang positif dan inklusif. Melalui kegiatan ini, diharapkan para peserta dan volunteer dapat membangun rasa percaya diri, kepedulian sosial, serta semangat kebersamaan,” jelas Maria.

3 weeks ago
18















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6284541/original/079194300_1779159392-unnamed__42_.jpg)