Rabu, 4 Maret 2026 - 20:10 WIB
VIVA –Iran menegaskan tidak mempercayai Amerika Serikat (AS) dan menolak perundingan dengan Washington. Teheran memastikan akan melanjutkan permusuhan di antara mereka.
"Tak ada kepercayaan pada Amerika, juga tak ada alasan untuk berunding," kata Mohammad Mokhber, ajudan mendiang pemimpin tertinggi Iran Ali Khamenei dalam siaran televisi, Rabu, 4 Maret 2026.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Menurut Mokhber, Iran mampu melanjutkan perang karena memiliki pengalaman delapan tahun, merujuk pada Perang Iran-Irak (1980-1988).
"Pengalaman sejarah menunjukkan kita tak takut perang, kita tak gentar melanjutkannya," tegasnya
Sebelumnya, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) bersumpah tidak akan membiarkan begitu saja serangan yang dilancarkan AS dan Israel pada Sabtu.
Serangan tersebut dilancarkan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran, dengan laporan kerusakan dan korban sipil. Televisi pemerintah Iran mengonfirmasi bahwa Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei gugur dalam serangan itu.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Iran kemudian meluncurkan serangan rudal balasan ke wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah.
IRGC menuduh AS-Israel menyerang sekolah, rumah sakit, stadion, restoran, dan gedung pernikahan untuk membuat panik masyarakat Iran. Mereka menyebut korban jiwa warga sipil telah melampaui 700 orang. (Ant)
Pemakaman Ali Khamenei Akan Digelar Selama Tiga Hari
Menyusul dengan kematian pimpinan tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, pemerintah Iran akan menggelar sebuah acara di Tehran pada Kamis malam, 4 Maret 2026.
VIVA.co.id
4 Maret 2026

4 hours ago
1





















