Tampang Taufik Hidayat Tersangka Penyekapan dan Penyiksaan YTR Usai Ditangkap di Majalaya

3 hours ago 1

Selasa, 23 Juni 2026 - 21:16 WIB

Jakarta, VIVA – Perkembangan terbaru muncul dalam kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan terhadap YTR (29) yang menghebohkan publik Jawa Barat. Tersangka berinisial TH yang sebelumnya masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) dikabarkan telah diamankan petugas di wilayah Majalaya, Jawa Barat.

Informasi penangkapan tersebut diperkuat dengan beredarnya sebuah foto yang menunjukkan proses pengamanan seorang pria di dalam kendaraan pada malam hari. Dalam foto yang beredar, terlihat seorang pria duduk di bagian tengah kendaraan dengan pengawalan aparat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pria tersebut tampak mengenakan pakaian berwarna gelap. Berdasarkan informasi yang beredar, saat diamankan ia disebut mengenakan topi hitam, baju hitam, dan jaket hitam. Rambutnya terlihat tersisir rapi dan klimis.

Sementara itu, di bagian depan kendaraan terlihat seorang petugas yang mendampingi proses pengamanan.

Kapolda Jabar Benarkan Tersangka Sudah Diamankan

Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudi Setiawan membenarkan bahwa tersangka telah diamankan petugas.

"Sudah di Majalaya," kata Rudi Setiawan, Selasa (23/6/2026).

Setelah diamankan, tersangka dikabarkan akan dibawa ke Polda Jawa Barat untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut terkait dugaan penyekapan dan penganiayaan yang menimpa korban.

Penangkapan tersebut menjadi perkembangan penting setelah beberapa hari terakhir polisi melakukan pengejaran intensif terhadap tersangka yang sebelumnya berstatus DPO.

Kasus Keji yang Menggemparkan Publik

Kasus ini menjadi perhatian luas masyarakat setelah terungkap dugaan penyekapan dan penganiayaan yang dialami korban selama bertahun-tahun.

Kapolda Jabar sebelumnya mengungkapkan hasil pemeriksaan medis dan forensik menemukan sejumlah luka serius pada tubuh korban.

Menurut Rudi, dokter forensik telah mengidentifikasi beberapa bagian tubuh korban yang mengalami kerusakan.

"Dokter forensik sudah bisa mengidentifikasi organ-organ tubuh yang rusak yang tidak berfungsi. Di antaranya adalah mata, kemudian bibir, ada bekas sayatan di kaki, ini benda tajam, kemudian ada sundutan rokok dan sebagainya," kata Rudi.

Temuan tersebut menjadi salah satu alat bukti penting dalam proses penyidikan yang sedang berjalan.

Korban Disebut Jarang Terlihat Keluar Kos

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Keterangan warga dan pengelola kos juga memperkuat dugaan penyekapan yang dialami korban.

Mulyati, istri penjaga kos, mengatakan selama tinggal di lokasi tersebut korban hampir tidak pernah terlihat beraktivitas di luar kamar.

Halaman Selanjutnya

Sebaliknya, tersangka disebut lebih sering keluar masuk lingkungan kos untuk membeli makanan atau keperluan lainnya.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |