VIVA –Dalam pernikahan, masalah rumah tangga tidak selalu muncul karena persoalan besar. Kebiasaan kecil yang dilakukan berulang kali juga bisa membuat pasangan merasa kesal, tidak dihargai, atau bahkan tidak dipedulikan. Cara berkomunikasi, menghadapi konflik, dan memperlakukan pasangan dalam kehidupan sehari-hari turut menentukan keharmonisan hubungan. Tanpa disadari, kebiasaan tertentu bisa membuat suami atau istri perlahan menjauh secara emosional.
Jika dibiarkan, kondisi ini dapat memicu konflik yang semakin besar dan membuat hubungan rumah tangga menjadi renggang. Oleh karena itu, penting bagi pasangan untuk mengenali kebiasaan yang berpotensi merusak hubungan sebelum masalah tersebut semakin sulit diperbaiki. Berikut enam kebiasaan yang sebaiknya diwaspadai dalam kehidupan pernikahan sebagaimana dilansir dari laman vision.org.au, Senin 14 September 2026.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
1. Terlalu Banyak Menuntut
Wajar jika seseorang ingin merasa dicintai dalam pernikahan. Tidak ada salahnya pula menyampaikan kepada pasangan bagaimana kita ingin dicintai, baik melalui love language maupun kebutuhan pribadi lainnya. Namun, permintaan yang awalnya sederhana bisa dengan mudah berubah menjadi tuntutan yang egois.
Jika suami terlihat menutup diri atau justru melawan ketika Anda mencoba menyampaikan kebutuhan, coba perhatikan kembali cara Anda berkomunikasi. Apakah Anda sedang menyampaikan kebutuhan atau justru menuntut dan memanipulasinya? Jika tidak yakin, tanyakan langsung kepada pasangan atau mintalah pendapat orang yang dapat dipercaya.
Begitu pula jika Anda merasa suami terlalu banyak menuntut, cobalah membicarakannya tanpa langsung membalas dengan kemarahan. Belajar berkomunikasi dengan cara yang lebih sehat merupakan sebuah proses. Namun, jika Anda dan pasangan bisa menghentikan kebiasaan saling menuntut secara egois, banyak luka dalam rumah tangga yang dapat dihindari.
2. Sering Menghakimi dan Tidak Menghargai Pasangan
Jika Anda dan suami memiliki banyak perbedaan, cobalah melihat sesuatu dari sudut pandangnya, bukan langsung menghakimi kelemahannya. Bahkan ketika Anda merasa pasangan benar-benar salah atau melakukan sesuatu yang bertentangan dengan nilai yang diyakini, kritik tanpa batas tidak akan membuat hubungan menjadi lebih dekat.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
3. Mudah Meledak-ledak Saat Marah
Siapa yang pernah mengatakan sesuatu saat marah lalu menyesalinya setelah itu? Kemungkinan besar kita semua pernah mengalaminya. Satu ucapan yang keluar ketika sedang marah dapat meninggalkan luka yang mendalam dalam pernikahan. Setiap orang memiliki tingkat kesabaran yang berbeda. Jika Anda terbiasa melontarkan perkataan tanpa berpikir ketika emosi memuncak, cobalah belajar mengendalikan diri.
Halaman Selanjutnya
Kemarahan biasanya tidak muncul begitu saja. Sering kali ada emosi lain di baliknya, seperti rasa terluka atau takut. Ketika Anda dan pasangan mulai terpancing emosi, cobalah saling memberi kesempatan untuk menenangkan diri. Mengambil jeda dari percakapan agar bisa kembali berbicara dengan lebih tenang dan memahami apa yang sebenarnya sedang terjadi.

6 hours ago
2













