Taufik Hidayat Disebut Bermasalah Sejak Kecil, Psikolog Ungkap Ciri-Ciri Pasangan Temperamen yang Perlu Diwaspadai

3 weeks ago 5

Kamis, 25 Juni 2026 - 19:30 WIB

Jakarta, VIVA – Kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan yang menyeret nama Taufik Hidayat terhadap kekasihnya, YTR, terus menjadi perhatian publik. Selain menyoroti kondisi korban yang mengalami luka fisik dan trauma berat, masyarakat juga mulai membahas karakter dan perilaku pelaku yang disebut-sebut memiliki sifat temperamental sejak usia muda.

Bahkan, sejumlah kesaksian dari orang-orang yang mengenalnya menyebut Taufik sudah kerap terlibat konflik sejak kecil. Kondisi tersebut membuat banyak orang bertanya-tanya, bagaimana sebenarnya ciri-ciri pasangan yang memiliki sifat temperamen dan kapan seseorang harus mulai waspada?

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Psikolog menjelaskan bahwa sifat temperamen berkaitan erat dengan cara seseorang mengelola emosi. Meski faktor genetik bisa berpengaruh, lingkungan dan pola asuh memiliki peran yang jauh lebih besar dalam membentuk karakter seseorang.

"Temperamen itu kaitannya dengan emosi. Memang ada faktor genetik yang bisa diturunkan, tetapi porsinya kecil. Yang lebih besar biasanya berasal dari pola asuh, apa yang dilihat sejak kecil, bagaimana orang tua mengekspresikan dan memvalidasi emosi," jelas Psikolog Mega Tala Harimukthi, S.Psi., M.Psi., yang dikutip dari YouTube Dunia Parenting Indonesia pada Kamis, 25 Juni 2026. 

Menurut Mega, salah satu ciri paling umum dari pasangan temperamen adalah mudah tersulut emosi bahkan karena hal-hal yang sebenarnya sederhana.

Biasanya mereka sulit menerima kritik, mudah tersinggung, dan cepat marah ketika merasa tidak sesuai dengan keinginannya.

"Kalau kita ngomongin temperamen, biasanya orangnya sangat pemarah. Emosinya mudah meledak, gampang naik darah, dan tidak bisa disinggung sedikit pun tanpa marah," ujarnya.

Sifat seperti ini sering kali membuat pasangan merasa tidak nyaman karena harus berhati-hati dalam berbicara maupun bertindak agar tidak memicu pertengkaran.

Pasangan yang temperamental umumnya mengalami kesulitan mengontrol ledakan emosinya. Ketika marah, respons yang muncul bisa jauh lebih besar dibanding masalah yang sedang dihadapi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam hubungan jangka panjang, kondisi ini dapat membuat pasangan mengalami tekanan psikologis karena terus hidup dalam suasana yang tidak menentu.

Mega menjelaskan bahwa pasangan yang hidup dengan orang temperamental juga perlu memperhatikan kondisi emosinya sendiri.

Halaman Selanjutnya

"Sebagai pasangan, kita juga harus memvalidasi emosi diri sendiri. Misalnya kita merasa sedih, takut, atau lelah menghadapi pasangan yang mudah marah. Perasaan itu perlu diakui dan tidak boleh dipendam terus-menerus,” jelasnya. 

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |