Tekan Impor LPG dan Subsidi, Bahlil Bakal Pacu Penggunaan CNG

3 weeks ago 5

Kamis, 25 Juni 2026 - 15:36 WIB

Jakarta, VIVA – Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia mengatakan, pemerintah terus berupaya mempercepat penggunaan Compressed Natural Gas (CNG), sebagai upaya penggantian dan langkah pengurangan impor LPG.

“LPG ini tidak ada cara lain untuk kita mengurangi devisa kita keluar dan mengurangi subsidi, harus ada bauran energi. Makanya kita dorong sekarang CNG. Karena CNG itu gasnya pakai C1, C2, dan itu melimpah di Indonesia,” kata Bahlil di Jakarta, Kamis, 25 Juni 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia

Photo :

  • [tangkapan layar]

Dia juga menyoroti konversi minyak tanah ke LPG, yang dimulai pada tahun 2006 sebagai ide dan program yang baik. Meski demikian, Bahlil menilai kebijakan tersebut masih belum sepenuhnya siap dengan industri LPG di dalam negeri, sehingga ketergantungan pada impor untuk memenuhi kebutuhan nasional.

“LPG dulu tahun 2006 dikonversi dari minyak tanah itu ide mulia, bagus. Tapi kita tidak beriringan dengan industri LPG, maka kita sebenarnya yang impor lagi,” ujarnya.

Bahlil mengatakan, rata-rata konsumsi LPG Indonesia adalah sebesar lebih dari 8,5 juta MT per tahun. Namun, produksi LPG nasional masih berada di angka 1,91 juta MT, sehingga sekitar 7,47 juta MT harus dipenuhi melalui impor.

“Selebihnya kita impor, 75-80 persen (sisanya) impor,” kata Bahlil.

Karenanya, Bahlil menilai bahwa upaya pemerintah untuk mempercepat adopsi CNG sebagai alternatif LPG, juga diperlukan untuk mewujudkan kemandirian dan kedaulatan energi.

Saat ini pemerintah diakuinya sudah memasuki tahap ketiga uji coba penggunaan CNG untuk gas tabung 3 kg atau kebutuhan rumah tangga, setelah sebelumnya mengimplementasikan tabung CNG 12 dan 50 kg di sektor komersial.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Nah, CNG ini sekarang sudah masuk dalam tahap ketiga untuk gas tabung 3 kilogramnya, bersama Pertamina,” kata Bahlil.

“Kalau CNG yang 12 kilogram, 50 kilogram, itu sudah ada (diimplementasikan) di dapur-dapur MBG (Makan Bergizi Gratis), di industri hotel, restoran, itu sudah pakai CNG,” ujarnya. (Ant).

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia

Blok Masela Mandek Puluhan Tahun, Bahlil Tekankan Pentingnya Keberanian Mengambil Keputusan

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, blak-blakan soal penyebab dari mandeknya realisasi proyek lapangan abadi Blok Masela, Maluku, yang sudah tertunda hingga 28 tahun lamanya.

img_title

VIVA.co.id

25 Juni 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |