Tentara Israel Perusak Patung Yesus Ditahan 30 Hari

1 day ago 2

Rabu, 22 April 2026 - 16:00 WIB

VIVA –Militer Israel mencopot dua tentaranya dari tugas tempur dan menahan mereka di tahanan militer selama 30 hari. Tindakan tersebut diambil setelah kedua tentara tersebut terlihat merusak patung Yesus disalib di wilayah Lebanon bagian Selatan.

Tindakan tegas ini diambil setelah sebuah foto memperlihatan tentara Israel memukul patung Yesus yang disalib dengan sisi tumpul kapak beredar luas di media sosial awal pekan ini. Melansir laman Reuters, tindakan tentara Israel itu menuai kecaman dari berbagai pihak termasuk politisi Israel, AS dan pemimpin gererja.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam pernyataan resminya, militer Israel mengungkap bahwa hasil penyelidikan menunjukkan satu tentara merusak simbol agama Kristen sementara tentara lainnya merekam aksi tersebut. Selan itu, enam tentara yang berada di lokasi itu disebut tidak melakukan tindakan apapun untuk menghentikan aksi rekannya.

Militer Israel juga menyatakan sedang bekerja sama dengan komunitas setempat untuk mengganti patung yang dirusak tersebut.

Kepala Staf Militer Israel, Eyal Zamir, mengecam tindakan perusakan itu dan menyebutnya sebagai perilaku yang tidak dapat diterima serta kegagalan moral, menurut pernyataan tersebut.

Sementara itu, hukuman yang diberikan kepada tentara tersebut juga cukup menarik pehatian publik. Sebab jenis hukuman ini tergolong terjadi di militer Israel, menurut kelompok-kelompok hak asasi manusia.

Seperti di tahun 2025 lalu, kelompok pemantau konflik Action on Armed Violence menyebut Isral telah menutup atau membiarkan 88 persen kasus dugaan pelanggaran di Gaza dan Tepi Barat tanpa penyelesaian.

Dalam kasus lain baru-baru ini, dakwaan terhadap tentara yang dituduh melakukan pelecehan seksual terhadap tahanan dari Gaza juga dihentikan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Reuters memastikan bahwa gambar tersebut diambil di Debel, salah satu desa di Lebanon selatan yang masih dihuni warga selama kampanye militer Israel terhadap kelompok Hizbullah yang didukung Iran. Operasi itu dimulai pada 2 Maret setelah kelompok tersebut menembakkan roket ke Israel sebagai bentuk dukungan terhadap Iran.

Debel merupakan salah satu dari puluhan desa di Lebanon selatan yang kini berada di bawah kendali Israel. Pada Kamis, Israel dan Lebanon menyepakati gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat untuk menghentikan pertempuran antara Israel dan Hizbullah.

Halaman Selanjutnya

Seorang pejabat Israel sebelumnya mengatakan kepada Reuters bahwa desa-desa Kristen di Lebanon selatan tidak diperintahkan untuk dievakuasi, berbeda dengan desa-desa Muslim Syiah.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |