Terinspirasi Iran, Purbaya Punya Ide Kutip Pajak di Lintasan Selat Malaka

2 hours ago 3

Rabu, 22 April 2026 - 14:43 WIB

Jakarta, VIVA – Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa mengaku, sempat terlintas ide di pikirannya untuk mengenakan tarif atau pajak di lintasan Selat Malaka, sebagaimana yang diwacanakan pemerintah Iran terhadap Selat Hormuz.

Menurut, wacana itu bukanlah sesuatu yang tidak mungkin, karena adanya keunggulan dari posisi strategis Indonesia yang berada di persimpangan jalur perdagangan dan energi global.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Seperti arahan presiden, Indonesia ini bukan negara pinggiran, kita ada di jalur strategis perdagangan dan energi dunia," kata Purbaya di kawasan Sudirman, Jakarta Selatan, Rabu, 22 April 2026.

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa

Photo :

  • VIVA/Rahmat Fatahillah Ilham

"Tapi kapal lewat Selat Malaka enggak kita charge, enggak tahu itu betul apa salah?" ujarnya.

Purbaya berpendapat, apabila Indonesia, Malaysia, dan Singapura bisa menjalin kerja sama untuk mengenakan tarif atau pajak bagi perlintasan kapal di Selat Malaka, maka hal itu tentunya akan memberikan keuntungan bagi ketiga negara tersebut.

"Jadi kalau (pajak Selat Malaka) kita bagi tiga, Indonesia, Malaysia, Singapura, lumayan kan? Punya kita jalurnya paling besar, paling panjang," ujar Purbaya.

Namun, Purbaya mengakui bahwa wacana itu tentunya akan sangat sulit dan menantang untuk diimplementasikan atau direalisasikan secara nyata.

Padahal, porsi jalur perairan Indonesia di Selat Malaka merupakan yang paling besar dibandingkan dengan negara-negara tetangganya tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Singapura kecil, Malaysia sama, kita bagi dua lah kalau bisa seperti itu, tapi kan enggak begitu," kata Purbaya.

"Jadi dengan segala kekayaan kita, kita tidak boleh berpikir defensif. Kita harus mulai main ofensif, tetapi tetap terukur," ujarnya.

Kapal Pertamina International shipping.

Menlu Beberkan Kendala Negosiasi Kapal Pertamina di Selat Hormuz, Ada Syarat dari Iran

Sugiono mengungkapkan bahwa dinamika internal di Iran menjadi salah satu kendala negosiasi. Kebijakan pemerintah Iran kerap tidak berjalan sesuai dengan keadaan lapangan.

img_title

VIVA.co.id

22 April 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |