VIVA – Wasit Francois Letexier kembali menjadi perbincangan publik setelah laga antara Argentina dan Mesir di Piala Dunia 2026. Pengadil lapangan asal Prancis ini sebelumnya juga pernah merugikan beberapa tim, termasuk di antaranya Timnas Indonesia.
Duel di Mercedes-Benz Stadium pada Rabu (8/7/2026) dini hari tadi WIB berakhir dengan dramatis nan kontroversial. Argentina berhasil menang lewat cara comeback dengan skor 3-2 setelah sempat tertinggal dua gol lebih dulu.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Pelatih Mesir Hossam Hassan dan wasit Francois Letexier
Photo :
- REUTERS/Paul Childs
Namun, kemenangan Argentina meninggalkan banyak pertanyaan karena protes para terhadap sejumlah keputusan wasit Letexier. Hasil pertandingan ini juga semakin memperpanjang daftar laga kontroversial yang pernah dipimpin oleh Letexier.
4 Laga Kontroversial yang Pernah Dipimpin Francois Letexier
1. Nice vs Nantes (Ligue 1)
Kontroversi terjadi di awal musim 2022-2023 silam ketika Nice bermain imbang 1-1 melawan Nantes. Pada 23 Oktober 2022, Letexier mengambil keputusan kontroversial dengan tidak memberikan penalti kepada Nantes pada menit ke-19.
Dalam momen tersebut, pemain Nice, Mattia Viti, terlihat melakukan handball. Di akhir pertandingan, dia justru memberikan penalti kepada Nice setelah Jean-Charles Castelletto mengenai bola dengan lengannya.
Letexier juga memberikan kartu merah kepada pemain Nantes, Kader Bamba, dan kiper Alban Lafont. Setelah pertandingan, Letexier sampai mendapatkan ancaman pembunuhan di media sosial.
2. Timnas Indonesia U-23 vs Guinea U-23 (Playoff Interkontinental Olimpiade Paris 2024)
Wasit asal Prancis Francois Letexier memberikan kartu merah untuk Shin Tae-yong
Timnas Indonesia menjadi korban pada level U-23 ketika tim asuhan Shin Tae-yong berusaha menembus Olimpiade Paris 2024. Mereka bertanding di Paris pada Mei 2024 untuk menghadapi wakil Afrika, Guinea, dan kalah dengan skor 0-1.
Dalam laga itu, Letexier mengambil beberapa keputusan kontroversial, termasuk memberikan dua penalti kepada Guinea. Gol penentu kemenangan yang dicetak Ilaix Moriba tercipta setelah penalti diberikan padahal tayangan ulang memperlihatkan Witan Sulaeman melakukan pelanggaran di luar kotak penalti.
Penalti kedua berujung protes oleh pelatih Shin Tae-yong yang kemudian dikartu merah. Itu gagal dikonversi menjadi gol namun Timnas Indonesia U-23 tetap kalah 0-1.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
3. Marseille vs Paris Saint-Germain (Ligue 1)
Pada 27 Oktober 2024, Letexier menjadi pusat perhatian dalam duel bertajuk Le Classique antara Marseille dan PSG ketika dia mengartu merah Amine Harit dari Marseille usai melanggar Marquinhos. Keputusannya tersebut membuat publik mengecam Letexier secara online.
Halaman Selanjutnya
Letexier mengambil keputusan tanpa melakukan pembicaraan lebih dulu kepada VAR yang berujung kepada pertanyaan publik. Kartu merah yang terjadi di babak pertama itu dianggap memengaruhi jalannya laga.

1 week ago
2











