Jakarta, VIVA – Industri kendaraan elektrifikasi terus mengalami perubahan seiring berkembangnya teknologi dan kebijakan pemerintah. Tiga berita yang paling banyak dibaca di VIVA Otomotif kali ini membahas strategi baru Changan, masa depan Mazda MX-30 di Indonesia, hingga dampak ketidakpastian insentif terhadap pasar mobil listrik. Berikut tiga artikel terpopuler VIVA Otomotif:
1. Changan Bilang BEV Belum Cukup, Makanya Bawa Teknologi Ini
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Changan
Photo :
- VIVA/Yunisa Herawati
Changan menilai kendaraan listrik berbasis baterai atau Battery Electric Vehicle (BEV) belum mampu menjawab seluruh kebutuhan konsumen. Karena itu, pabrikan asal China tersebut juga menghadirkan teknologi Range-Extended Electric Vehicle (REEV) sebagai alternatif transisi menuju elektrifikasi penuh.
Menurut Changan, REEV menggabungkan pengalaman berkendara mobil listrik dengan fleksibilitas mesin bensin sebagai pembangkit daya, sehingga dapat mengurangi kekhawatiran soal jarak tempuh. Strategi ini menjadi salah satu fokus perusahaan dalam memperluas pasar kendaraan elektrifikasi di berbagai negara, termasuk Indonesia. Baca selengkapnya.
2. Mazda Blak-blakan Soal Nasib MX-30 di Indonesia, Ternyata Begini
VIVA Otomotif: Mazda MX-30 di pameran GIIAS 2023
Photo :
- VIVA/Yunisa Herawati
Mazda akhirnya buka suara mengenai masa depan MX-30 di pasar Indonesia. Model yang menjadi mobil listrik pertama Mazda itu masih menjadi perhatian karena penjualannya belum sebesar kompetitor di segmen kendaraan listrik.
Pabrikan asal Jepang tersebut mengakui terus memantau perkembangan pasar sebelum mengambil langkah lanjutan. Keputusan mengenai MX-30 akan disesuaikan dengan kebutuhan konsumen, kesiapan infrastruktur, dan perkembangan pasar kendaraan elektrifikasi di Tanah Air. Baca selengkapnya.
3. Ketidakpastian Insentif Bisa Bikin Pasar Mobil Listrik Jalan di Tempat
Leapmotor B10
Photo :
- VIVA/Yunisa Herawati
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Pelaku industri otomotif menilai kepastian insentif menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong pertumbuhan kendaraan listrik di Indonesia. Tanpa kebijakan yang jelas dan berkelanjutan, minat konsumen dikhawatirkan akan melambat.
Selain memengaruhi keputusan pembelian, ketidakpastian insentif juga berpotensi membuat produsen menunda investasi maupun peluncuran produk baru. Kepastian regulasi dinilai menjadi kunci agar ekosistem kendaraan listrik dapat terus berkembang dalam jangka panjang. Baca selengkapnya.
Ketidakpastian Insentif Bisa Bikin Pasar Mobil Listrik Jalan di Tempat
Ketidakjelasan insentif mobil listrik dinilai membuat sebagian konsumen menunda pembelian. Bos Indomobil meminta pemerintah segera memberi kepastian agar pasar kembali.
VIVA.co.id
2 Juli 2026

1 week ago
3











