Terpopuler: Gran Max vs Luxio, Motor Honda Rp80 Jutaan, hingga Malaysia Tutup Celah EV Murah

1 week ago 2

Sabtu, 4 Juli 2026 - 08:15 WIB

Jakarta, VIVA – Beragam berita otomotif kembali menarik perhatian pembaca VIVA Otomotif. Mulai dari perbedaan dua mobil keluarga Daihatsu yang sekilas mirip, pembaruan pada motor premium Honda, hingga kebijakan baru Malaysia terkait impor mobil listrik. Berikut tiga artikel terpopuler VIVA Otomotif:

1. Sepintas Mirip, Ini Perbedaan Daihatsu Gran Max dan Luxio

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Daihatsu Luxio dan Daihatsu Gran Max minibus

Photo :

  • VIVA/Yunisa Herawati

Daihatsu Gran Max dan Luxio sering dianggap sebagai mobil yang sama karena menggunakan basis kendaraan yang serupa. Namun, keduanya memiliki karakter dan target konsumen yang berbeda.

Gran Max lebih dikenal sebagai kendaraan multifungsi untuk kebutuhan niaga maupun keluarga, sedangkan Luxio menawarkan tampilan yang lebih premium dengan fitur kenyamanan yang lebih lengkap. Perbedaan tersebut menjadi pertimbangan penting bagi calon pembeli yang sedang mencari MPV bekas maupun baru. Baca selengkapnya.

2. Ada yang Baru dari Motor Rp80 Jutaan Honda

Honda kembali menghadirkan penyegaran pada salah satu motor premium yang dipasarkan di kisaran harga Rp80 jutaan. Pembaruan tersebut mencakup sejumlah detail yang membuat tampilannya semakin segar dan modern.

Meski tidak mengubah karakter utama motor tersebut, penyempurnaan yang diberikan diharapkan mampu mempertahankan daya saing di segmen premium. Langkah ini juga menunjukkan komitmen Honda untuk terus memperbarui produknya sesuai kebutuhan pasar. Baca selengkapnya.

3. Malaysia Tutup Celah Impor Mobil Listrik Murah

Ilustrasi mobil listrik / cas kendaraan listrik

Photo :

  • VIVA/Krisna Wicaksono

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pemerintah Malaysia mulai memperketat aturan terkait masuknya mobil listrik murah dari luar negeri. Kebijakan tersebut diambil untuk menutup celah impor yang dinilai dapat memengaruhi perkembangan industri otomotif domestik.

Langkah ini diperkirakan akan berdampak pada strategi produsen kendaraan listrik yang ingin memperluas pasar di kawasan Asia Tenggara. Selain menjaga iklim investasi, kebijakan tersebut juga bertujuan mendorong pengembangan industri dan perakitan kendaraan listrik di dalam negeri. Baca selengkapnya.

Hyundai Staria (depan) dan Hyundai Palisade (belakang)

Hyundai Ungkap Nasib Mobil Bensin dan Diesel di RI

Meski elektrifikasi terus berkembang, Hyundai menegaskan mobil bensin dan diesel masih akan dipasarkan di Indonesia. Hybrid menjadi fokus tanpa meninggalkan mesin bensin.

img_title

VIVA.co.id

3 Juli 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |